Surabaya (beritajatim.com) – I’tikaf menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan terutama pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Ibadah ini merupakan bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara berdiam diri di masjid, memperbanyak doa, serta menjalankan berbagai amalan baik.
Secara umum, iktikaf diartikan sebagai ibadah yang dilakukan dengan menetap di dalam masjid sambil menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas yang bernilai ibadah. Tujuan utama dari iktikaf adalah meningkatkan kualitas ibadah, merenungkan diri, serta memperbanyak amal kebajikan.
Itikaf sendiri juga merupakan sunnah yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis dari Abdullah bin Umar RA:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ
“Rasulullah senantiasa beriktikaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
Banyak umat Muslim yang menjalankan iktikaf dengan harapan mendapatkan malam Lailatul Qadar, malam istimewa yang lebih baik dari seribu bulan.
Amalan yang Bisa Dilakukan Selama Itikaf
Bagi umat Muslim yang menjalankan iktikaf, ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu dengan ibadah, antara lain:
- Menetap di Masjid
Salah satu syarat utama iktikaf adalah menetap di dalam masjid. Hal ini telah menjadi kesepakatan para ulama fiqih bahwa seseorang yang beriktikaf harus berdiam diri di masjid selama ibadah berlangsung.
- Melafalkan Niat Iktikaf
Sebelum memulai iktikaf, seseorang dianjurkan untuk membaca niat. Jika iktikaf dilakukan secara sunnah, maka niatnya sebagai berikut:
نَوَيْتُ الْاِعْتِكَافَ فِي هَذَا المَسْجِدِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitul i’tikafa fii haadzal masjidi sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat iktikaf di masjid ini, sunnah karena Allah Ta’ala.”
- Mengerjakan Shalat Sunnah
Selama iktikaf, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak Shalat sunnah, seperti Tahajud, Dhuha, dan Hajat guna menambah pahala serta mendekatkan diri kepada Allah.
- Membaca dan Merenungkan Al-Qur’an
Mengkhatamkan atau mentadabburi ayat-ayat suci Al-Qur’an menjadi salah satu amalan utama selama itikaf.
- Berdzikir dan Berdoa
Memperbanyak istighfar, shalawat, serta doa-doa kebaikan untuk diri sendiri maupun orang lain sangat dianjurkan selama itikaf.
- Muhasabah atau Introspeksi Diri
Momen iktikaf dapat dimanfaatkan untuk merenungi perjalanan hidup, memperbaiki diri, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
- Membaca Buku-Buku Islami
Selain ibadah langsung, umat Muslim juga bisa mengisi waktu dengan membaca buku-buku agama guna menambah wawasan tentang Islam.
Itikaf menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Selain sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, ibadah ini juga dapat menjadi momen untuk meningkatkan kualitas spiritual.
Dengan memperbanyak doa, dzikir, serta ibadah lainnya, diharapkan seseorang bisa mendapatkan berkah dan keutamaan dari malam Lailatul Qadar. (mnd/ian)






