Surabaya (beritajatim.com) – Tren siswa SMK di Jawa Timur yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Dalam beberapa jalur seleksi, pendaftar kuliah dari lulusan SMK mengalami peningkatan signifikan.
Data Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BP3) Kemdikbud menunjukkan peningkatan jumlah pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) setiap tahunnya. Pada tahun ini, tercatat 179.513 pendaftar, meningkat 17.357 dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 162.156 pendaftar.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim), Aries Agung Paewai, mengaitkan peningkatan ini dengan program ‘Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha’ atau disingkat BMW, yang digagas oleh Kemendikbudristek RI.
Program ini bertujuan meningkatkan motivasi belajar siswa SMK dan membekali mereka dengan keterampilan untuk bersaing di pasar global. “Setiap SMK wajib mendidik dan melatih siswa agar siap untuk menuju BMW,” jelas Aries, Sabtu (22/3/2025).
Meskipun program BMW menargetkan proporsi 70% wirausaha, 20% bekerja, dan 10% melanjutkan kuliah, kenyataannya minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi terus meningkat.
Aries menjelaskan, banyak siswa memilih melanjutkan pendidikan untuk memperdalam ilmu dan keterampilan, serta mempersiapkan karier masa depan. “Karena mungkin mereka ingin karir yang cukup tinggi atau ingin menjadi akademisi,” tuturnya.
SMKN 2 Surabaya menjadi salah satu sekolah dengan jumlah siswa lolos SNBP terbanyak, yaitu 95 siswa. Jumlah ini meningkat dari 74 siswa di tahun sebelumnya.
Kepala SMKN 2 Surabaya, Bambang Poerwowidiantoro, mengatakan keberhasilan ini berkat motivasi, kolaborasi orang tua dan sekolah, serta pemetaan yang dilakukan guru Bimbingan Konseling (BK). Sekolah juga aktif memberikan informasi dan pendampingan kepada siswa yang ingin melanjutkan kuliah.
SMKN 1 Surabaya juga mencatatkan prestasi dengan 72 siswa lolos SNBP dari 313 siswa yang memenuhi syarat. Kepala SMKN 1 Surabaya, Anton Sujarwo, menyatakan peningkatan jumlah siswa yang melanjutkan kuliah melebihi 20%, meskipun kenaikannya tidak signifikan setiap tahun.
Sekolah juga mempersiapkan siswa untuk bekerja dan berwirausaha. Anton menekankan peran penting guru BK dan orang tua dalam kesuksesan siswa, termasuk sosialisasi dan pemetaan sejak kelas 10.
Dengan meningkatnya jumlah siswa SMK di Jawa Timur yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tentu hal ini menunjukkan bahwa siswa SMK tak hanya unggul dalam keterampilan vokasi, tetapi juga memiliki kemampuan akademik yang kompetitif. [ipl/ian]






