Surabaya (beritajatim.com) – Kekalahan telak Timnas Indonesia dari Australia dengan skor 1-5 dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 memicu reaksi keras dari para suporter.
Kekecewaan tersebut tidak hanya terlihat di tribun Allianz Stadium, Sydney, tempat pertandingan berlangsung, tetapi juga meluas ke media sosial.
Sejumlah suporter menyuarakan ketidakpuasan terhadap performa tim di bawah asuhan pelatih Patrick Kluivert. Bahkan, nama mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong (STY), kembali menggema di stadion saat laga masih berlangsung.
Banyak yang membandingkan era kepelatihan STY dengan Kluivert, menilai bahwa permainan Timnas Indonesia saat ini mengalami penurunan drastis.
Setelah pertandingan berakhir, kemarahan suporter Indonesia semakin memuncak. Tagar #KluivertOut pun menjadi trending di platform media sosial, terutama di X (sebelumnya Twitter). Banyak warganet yang menilai bahwa Kluivert gagal membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih baik, meskipun tim sudah terbentuk kuat sejak era STY.
“Kita gak menerima alasan ‘butuh proses’ ‘butuh penyesuaian’, ‘butuh chemistry antara pelatih dan pemain’. Dari awal ganti pelatih udah dituntut wajib menang karena emang tim udah terbentuk. Harusnya gak ada alasan apapun. #KluivertOut,” ujar @lalaa***.
Selain itu, meme yang membandingkan STY dan Kluivert juga bermunculan. Salah satu yang banyak dibagikan adalah gambar bertuliskan “STY membangun Timnas dalam 5 tahun, namun Patrick menghancurkannya dalam 2 x 45 menit.”
Bahkan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Tohir juga banyak menuai kritik, lantaran ia sebagai orang yang bertanggungjawab atas dipecatnya STY hingga dipilihnya Kluivert sebagai pengganti.
“Manaaa yang katanya pelatih terbaik?? @erickthohir kesel bgt ama nih org! Sok2an ganti pelatih di tengah kompetisi. Makan tuh karma dari memperlakukan STY ga baik,” ujar (et) star***. (fyi/ted)






