Sidney (beritajatim.com) – Duet bek tengah Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Kevin Diks, akan menjadi tumpuan utama saat menghadapi Australia pada matchday ketujuh putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia, Kamis sore (20/3). Keduanya diyakini mampu meredam serangan Socceroos yang dipimpin oleh Craig Goodwin dan Kusini Yengi.
Keyakinan ini bukan tanpa alasan. Idzes dan Diks telah membuktikan kualitas mereka ketika berhasil mematikan dua striker top Eropa, Romelu Lukaku (Napoli) dan Cole Palmer (Chelsea).
Jay Idzes, bek Venezia FC, dua kali berhasil membungkam Romelu Lukaku. Pertama, pada pertemuan di giornata ke-18 Serie A (29/12/2024), Venezia kalah 0-1 dari Napoli, tetapi Lukaku gagal mencetak gol. Kedua, di giornata ke-29 (16/3), Venezia berhasil menahan Napoli imbang 0-0.
Sementara itu, Kevin Diks, bek FC Kobenhavn, juga dua kali membuat Cole Palmer gigit jari. Pada babak 16 besar Liga Konferensi, Kobenhavn kalah 1-3 di kandang (6/3/2025) dan 0-1 di Stamford Bridge (13/3/2025). Meski kalah, Diks berhasil membatasi peran Palmer dalam kedua pertandingan tersebut.
“Kami kesulitan menghadapi tim dengan harmonisasi tinggi seperti Venezia (terutama lini belakang yang digalang Idzes, Red). Meski, harus diakui, faktor lapangan juga memengaruhi kegagalan kami mendapat kemenangan,” ujar pelatih Napoli, Antonio Conte, seperti dilansir Football Italia.
Secara kualitas, Romelu Lukaku jelas jauh lebih baik daripada lini depan Australia. Hal ini memberikan peluang besar bagi Idzes dan Diks untuk menjaga gawang Timnas Indonesia tetap steril pada laga nanti.
Jika Timnas Indonesia berhasil mencuri poin atau bahkan meraih kemenangan, peluang mereka untuk lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia 2026 semakin terbuka. Langkah mereka menghadapi Bahrain pada 25 Maret juga akan semakin lapang.






