Surabaya (beritajatim.com) – Transformasi digital telah menjadi kebutuhan mendesak bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dalam menghadapi era ekonomi digital. Sejalan dengan itu, Pelatihan Mitra Klinik BUMDesa Jawa Timur 2025 menutup rangkaian kegiatannya dengan sesi pelatihan E-Katalog bagi 150 pengurus BUMDesa, Sabtu (15/3/2025).
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan transparansi dan efektivitas pengadaan barang dan jasa.
Dalam pelatihan yang berlangsung di Surabaya Suites Hotel, peserta mendapatkan materi mendalam tentang penggunaan E-Katalog, platform digital yang dikelola oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Sistem ini dirancang untuk membantu BUMDesa memperluas pemasaran produk unggulan desa sekaligus mempercepat proses pengadaan yang lebih transparan.
Ketua Tim Pelaksana Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Jawa Timur, Ardi Kasmono, menjelaskan bahwa pemanfaatan E-Katalog merupakan langkah strategis dalam mendukung pengelolaan usaha berbasis digital di tingkat desa.
“Melalui etalase khusus, BUMDesa dapat menampilkan berbagai kategori produk yang dimiliki serta membuka akses pasar yang lebih luas. Selain itu, sistem ini memastikan bahwa transaksi yang terjadi dapat dilakukan secara transparan, aman, dan mudah dalam proses pembayaran pengadaan,” jelasnya.
Digitalisasi BUMDesa juga diharapkan meningkatkan profesionalisme pengelolaan usaha di desa. Dwi Ariady Kusuma, Chairman KIP Foundation sebagai penyelenggara pelatihan, menekankan pentingnya kesiapan BUMDesa dalam menghadapi tantangan era digital.
“Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, pengurus BUMDesa dapat lebih siap menghadapi tantangan digitalisasi serta mampu mengoptimalkan E-Katalog sebagai strategi pengembangan usaha desa,” ujarnya.
Namun, digitalisasi BUMDesa bukan tanpa tantangan. Kurangnya literasi digital di kalangan pengelola, keterbatasan infrastruktur internet di beberapa daerah, serta adaptasi terhadap sistem teknologi baru masih menjadi kendala utama yang perlu diatasi. Oleh karena itu, pelatihan seperti ini menjadi sangat penting untuk membantu BUMDesa dalam memahami sistem digital serta meningkatkan daya saing usaha mereka.
Sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi berbasis digital, Pelatihan Mitra Klinik BUMDesa Jatim 2025 dilaksanakan oleh KIP Foundation bekerja sama dengan Sampoerna Entrepreneur Training Centre, serta didukung oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank Jatim, Bank UMKM Jatim, PT Japfa Comfeed, PT Solusi Bangun Indonesia, dan Sarung Mangga.
Dengan pemanfaatan teknologi digital seperti E-Katalog, diharapkan BUMDesa dapat berkembang menjadi mitra strategis pemerintah dan swasta, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis desa yang inklusif dan berkelanjutan. (tok/ian)






