Banyuwangi (Beritajatim.com) – Seorang pria berinisial NH, 31 tahun nekat menusuk dadanya sendiri menggunakan sebilah pisau. Aksi nekat pria asal Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari itu dilakukan karena depresi.
Akibat penusukan yang dilakukan, pria tersebut menderita luka cukup parah.
Meski sempat mendapat perawatan di rumah sakit, pria tersebut akhirnya meninggal dunia.
Kapolsek Rogojampi, Kompol Imron mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (11/3) lalu. Korban diketahui mengalami depresi berat akibat dipicu masalah ekonomi.
Imron menyebut menurut keterangan keluarga, korban mengalami depresi berat dugaanya karena faktor ekonomi. Ditambah keluarga korban selama ini juga tergolong keluarga miskin.
“Korban sempat bekerja di Bali dan merasa gagal dalam pekerjaannya. Korban sempat bercerita ke orang tuanya, ia depresi karena merasa gagal,” jelasnya.
Kompol Imron menceritakan, pada pukul 19.00 WIB korban mencoba bunuh diri di ruang tamu dengan menusuk dadanya menggunakan pisau dapur.
Namun percobaan pertama berhasil digagalkan. Saat melakukan aksi nekat tersebut, ayah korban berhasil merebut pisau dapur yang dibawa korban.
Setelah pisau direbut, korban lari masuk ke kamar. Rupanya di dalam kamar korban telah menyimpan pisau lain dengan bilah lebih panjang. Setelah itu, korban kembali menusukkan pisau tersebut hingga ke bagian ulu hati. “Orang tuanya terlambat mencegah, dan tahu-tahu di dada korban sudah tertancap pisau,” kata Imron, Jumat (14/3).
Saat ditemukan, korban saat itu masih cukup sadar. Orang tua korban cepat-cepat meminta pertolongan ke warga. Setelah mendapat pertokongan, korban dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Rogojampi. Namun karena lukanya yang parah korban dirujuk ke RSUD Blambangan.
“Korban mendapat pertolongan dan ditempatkan di ruang UGD. Namun setelah sehari di rawat korban meninggal dunia,” jelas Imron.
Keluarga hanya bisa pasrah dan menerima ini sebagai musibah. Keluarga meminta jasad korban diurus dan sepulang dari rumah sakit jasad kemudian dimakamkan. [kun]






