Surabaya (beritajatim.com) – Malam Lailatul Qadar menjadi momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Malam yang jatuh pada 10 hari terakhir Ramadan ini memiliki keutamaan yang luar biasa, sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Qadar ayat 1-3, bahwa malam ini lebih baik dari seribu bulan.
Di malam penuh berkah ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, dzikir, membaca Alquran, serta menunaikan salat malam, salah satunya adalah salat tasbih.
Salat tasbih merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Salat ini dapat dilakukan setelah salat Isya dan Tarawih, dengan jumlah rakaat minimal 2 rakaat (1 kali salam) hingga maksimal 12 rakaat.
Selain itu, salat tasbih sangat dianjurkan untuk dikerjakan pada malam Lailatul Jaiza, yaitu malam sebelum Idul Fitri, karena diyakini bahwa doa yang dipanjatkan pada malam tersebut akan dikabulkan oleh Allah SWT.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang pada malam Lailatul Qadar mengerjakan ibadah dan berdoa dengan penuh keimanan yang dipersembahkan semata-mata untuk Allah, akan diampuni dari segala dosanya yang terdahulu dan yang akan datang.” (HR Ahmad dan Thabrani).
Niat Salat Tasbih
Salat tasbih dinamakan demikian karena di dalamnya terdapat bacaan tasbih sebanyak 300 kali. Berikut niat yang perlu dibaca sebelum menunaikan ibadah ini:
1. Niat salat tasbih empat rakaat dengan dua kali salam:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnat tasbīhi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah tasbih dua rakaat karena Allah SWT.”
2. Niat salat tasbih empat rakaat dengan satu salam:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnat tasbīhi arba‘a rak‘ātin lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku menyengaja salat sunah tasbih empat rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Salat Tasbih
Salat tasbih secara umum memiliki tata cara yang hampir sama dengan salat sunnah lainnya, dengan tambahan bacaan tasbih di setiap gerakan. Berikut langkah-langkahnya:
- Takbiratul ihram.
- Membaca doa Iftitah.
- Membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca salah satu surat dari Alquran.
- Setelah membaca surat Alquran, membaca tasbih sebanyak 15 kali:
Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illa allah, wallahu akbar.
Artinya: “Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.” - Ruku dengan membaca doa ruku’ lalu membaca tasbih 10 kali.
- I’tidal dengan membaca doa seperti biasa, lalu membaca tasbih 10 kali.
- Sujud dengan membaca doa sujud lalu membaca tasbih 10 kali.
- Duduk di antara dua sujud, membaca doa, lalu membaca tasbih 10 kali.
- Sujud kedua, membaca doa seperti biasa, lalu membaca tasbih 10 kali.
- Sebelum berdiri ke rakaat berikutnya, duduk sejenak dan membaca tasbih 10 kali.
- Rakaat kedua dilakukan dengan cara yang sama seperti rakaat pertama.
Tasyahud akhir. - Sebelum membaca bacaan tasyahud akhir, membaca tasbih 10 kali.
- Membaca tasyahud akhir.
- Mengakhiri salat dengan salam.
Sebagai catatan, salat tasbih tidak hanya dianjurkan pada malam Lailatul Qadar atau malam sebelum Idul Fitri, tetapi juga disarankan untuk dikerjakan minimal sebulan sekali, setahun sekali, atau bahkan sekali seumur hidup. [ian]






