Tuban (beritajatim.com) – Puluhan perwakilan Rukun Nelayan bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tuban upayakan keselamatan di sekitar Kapal Alir Muat Terapung (Floating Storage & Offloading) FSO Gagak Rimang.
Komitmen tersebut disampaikan dalam forum Diskusi Kelompok Terarah Zona Keselamatan oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) selaku operator Lapangan Minyak Banyu Urip berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Tuban pada rabu 12 Maret 2025.
Perwakilan dari EMCL, Feni Indiharti menyampaikan terima kasih kepada para nelayan yang sudah mendukung kelancaran operasi FSO Gagak Rimang dan FSO Gagak Rimang ini digunakan untuk menampung sekaligus lifting minyak dari Blok Cepu.
“Fasilitas ini sangat vital dalam mendukung produksi minyak nasional dan tanpa dukungan itu, EMCL tidak akan bisa bekerja secara optimal,” ujar Feni Indiharti. Kamis (13/03/2025).
Dalam diskusi tersebut tidak hanya merumuskan langkah-langkah penguatan pemahaman nelayan tentang Daerah Terlarang Terbatas di area objek vital nasional. Selain itu, tidak hanya FSO Gagak Rimang di lepas pantai Jawa Timur juga terdapat CPP WHMA (Central Processing Platform – West Muriah Area) Lapangan Gas Kepodang, serta Platform produksi tengah laut yang dikelola oleh PGN Saka Energi (SEML) di Wilayah Kerja Muriah.
“Bagi kami, keselamatan itu hal yang utama. Termasuk keselamatan para nelayan yang sedang melaut di sekitar FSO,” terang Feni.
Sehingga, EMCL dan SEML sepakat dengan para nelayan terkait keselamatan nelayan adalah yang utama serta dilakukan tanda tangan komitmen bersama yang diikuti pihak TNI AL, KSOP Tanjung Pakis, Forkopimca Palang Tuban, Pemerintah Desa Karangagung, Kecamatan Palang dan Manager Fasilitas FSO Gagak Rimang.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan DKP2P Kabupaten Tuban Linggo Indarto menambahkan terkait keselamatan nelayan adalah hal yang utama termasuk larangan memasuki daerah sekitar FSO Gagak Rimang.
“Kami mengimbau agar nelayan mengikuti aturan keselamatan tersebut, kita ingin bapak-bapak semua pulang ke rumah dengan selamat dan membawa tangkapan yang banyak,” ucap Linggo sapanya.
Di tempat yang sama, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tuban, Faisol Rozi menyambut baik arahan pemerintah tersebut. Menurutnya, nelayan harus memahami aspek keselamatan dan bagaimana caranya pulang dengan selamat.
“Nelayan bahkan punya empati yang tinggi terhadap nelayan yang lain dalam keselamatan di laut dan kita akan selalu saling mengingatkan demi keselamatan rekan-rekan sesama nelayan,” tutup Faisol Rozi. [ayu/ian]






