Madrid (beritajatim.com) – Keberhasilan Real Madrid menyingkirkan rival sekota Atletico Madrid di 16 besar Liga Champions menyisakan kontroversi. Itu dipicu oleh pembatalan gol eksekusi penalti striker Atletico, Julian Alvarez, dalam babak tos-tosan.
Alvarez menjadi eksekutor kedua Atletico. Meski sempat terpeleset, sepakannya berhasil membobol gawang Thibaut Courtois. Saat itu, skor adu penalti masih 2-2.
Eksekutor ketiga Real Madrid, Federico Valverde, dan eksekutor ketiga Atletico, Angel Correa, sukses menjalankan tugasnya. Namun, saat eksekutor keempat Real, Lucas Vazquez, bersiap, wasit Szymon Marciniak menerima interupsi dari petugas VAR.
VAR mengonfirmasi bahwa gol penalti Alvarez tidak sah. Wasit asal Polandia itu kemudian menganulir gol tersebut, mengubah skor menjadi 2-3. Vazquez dan Marcos Llorente yang menjadi eksekutor keempat masing-masing tim gagal mencetak gol. Antonio Rudiger sebagai eksekutor pemungkas memastikan kemenangan Real Madrid setelah menjebol gawang Jan Oblak, mengakhiri adu penalti dengan skor 4-2.
Alasan pembatalan gol Alvarez adalah karena ia dinilai melakukan dua sentuhan saat menendang akibat terpeleset. Menurut peraturan IFAB (Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional), eksekutor hanya diperbolehkan menyentuh bola sekali dalam eksekusi penalti. Jika terjadi dua sentuhan, hasil tendangan dibatalkan dan tidak dapat diulang.
“Siapa pun yang ada di sini, angkat tangan jika Anda melihat Alvarez melakukan dua sentuhan. Ayo. Tidak ada ‘kan?” ujar entrenador Atletico, Diego Simeone, dalam sesi wawancara yang dikutip dari Marca.
Sementara itu, Alvarez juga menyuarakan ketidakpercayaannya. “Aku tidak merasa dua kali menyentuh bola,” ucapnya kepada La Ser.
Terlepas dari klaim Atletico, keputusan wasit tetap sah berdasarkan regulasi yang berlaku. Real Madrid pun melaju ke perempat final Liga Champions setelah duel dramatis ini. [dio/beq]






