Milan (beritajatim.com) – Bayern Munchen dan Inter Milan kembali dipertemukan di Liga Champions. Namun kali ini, bukan di final seperti tahun 2010, melainkan di perempat final musim 2023/2024. Meski begitu, pertemuan ini membawa nuansa deja vu bagi para penggemar kedua tim, terutama bagi Inter yang punya kenangan manis di final 14 tahun lalu.
Kala itu, di Santiago Bernabeu, Inter yang masih dilatih Jose Mourinho sukses mengalahkan Bayern 2-0 melalui dua gol Diego Milito. Kemenangan tersebut memastikan Nerazzurri meraih treble winners, sesuatu yang hingga kini masih menjadi momen paling ikonik dalam sejarah klub.
Kini, Bayern dan Inter akan kembali berhadapan dalam dua leg yang dijadwalkan pada April 2024. First leg digelar di Allianz Arena, Munchen, pada 8 April, sementara second leg berlangsung di Stadio Giuseppe Meazza sepekan kemudian.
“Kami menyiapkan dua leg melawan Leverkusen dengan sangat baik. Kami tampil mendominasi. Itu yang harus kami lakukan lagi di perempat final (melawan Inter, Red),” ujar gelandang Bayern, Jamal Musiala, kepada Prime Video.
Secara historis, Bayern sedikit lebih unggul dalam rekor pertemuan di Eropa. Dari sembilan pertemuan sebelumnya, Die Roten menang lima kali, sementara Nerazzurri meraih tiga kemenangan, dan satu laga berakhir imbang. Produktivitas gol juga berpihak pada Bayern dengan 13 gol berbanding 9 gol milik Inter.
Namun, Inter bisa menatap laga ini dengan optimisme. Mereka mungkin kalah dalam statistik pertemuan, tetapi dalam momen paling penting—final Liga Champions 2010—mereka keluar sebagai pemenang. Selain itu, mereka juga deja vu dalam posisi yang hampir sama dengan musim itu: memimpin Serie A dengan selisih satu poin dari SSC Napoli setelah 28 giornata.
Sementara itu, Bayern Munchen juga tampil dominan di Bundesliga. Mereka saat ini memimpin klasemen dengan 61 poin, unggul 8 poin dari Bayer Leverkusen setelah 25 spieltag.
Dengan kedua tim yang sama-sama memimpin liga domestik masing-masing, perempat final Liga Champions 2024 ini bukan sekadar duel besar, tetapi juga ulangan sejarah. Bayern ingin menuntaskan dendam lama, sementara Inter berharap bisa mengulang keajaiban 2010. [dio/beq]






