Jember (beritajatim;com) – Bupati Muhammad Fawait mengumumkan rencana gebrakan 100 hari pertama pemerintahan Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan ditemani Ketua DPRD Ahmad Halim, Sekretaris Tim Sukses Pilkada Dima Ahyar, dan 13 orang pejabat daerah, Senin (10/3/2025) malam.
Wakil Bupati Djoko Susanto tidak hadir dalam acara yang rencananya akan digelar rutin setiap Senin malam pukul delapan. “Senin hari kelahiran Baginda Rasul, dan delapan adalah angka tokoh idola saya (Prabowo Subianto, red),” kata Fawait menjelaskan alasan pemilihan waktu acara tersebut.
Sejumlah pejabat yang hadir itu antara lain Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Arief Tjahjono, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Ervan Setiawan, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan Imam Sudarmaji, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Yuliana Harimurti, dan Kepala Bagian Organisasi Agustin Eka Wahyuni.
Selain itu hadir pula Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Suko Winarno, Pelaksana Tugas Kepala Bagian Perekonomian dan Sunber Daya Alam Rachman Hidayat, Kepala Dinas Kesehatan Hendro Sulistijono, dan Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Jupriono.
Ada pula Pelaksana Tugas Kepala Badan Pendapatan Daerah Achmad Imam Fauzi, Kepala Bagian Hukum Achmad Zaenurrofik, Inspektur Ratno Cahyadi Sembodo, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Bobby Arie Sandi.
Ditanya soal ketidakhadiran Wakil Bupati Djoko Susanto, Fawait menjawab dengan berseloroh. “Kalau ke Pak Wabup kenapa kok tidak nanya: ‘kok gak kelihatan Gus Fawait?’.” katanya tersenyum lebar.
“Namanya juga Bupati dan Wakil. Coba Anda lihat di Jawa Timur. Ketika Ibu Gub datang ke paripurna, Pak Wagub datang ke acara lain. Itu namanya produktif. Namanya bupati dan wakil saling mengisi. Kami bukan manten (pengantin) yang harus bareng-bareng terus, bergandengan tangan. Jelas ya?” kata Fawait.
Fawait juga berkomitmen menegaskan pembagian tugas antara bupati dan wabup sebagaimana undang-undang. “Kita kembali kepada undang-undang, dan saya merasa bupati dan wakil bupati adalah satu kesatuan. Jadi kita kembalikan kepada undang-undang yang berlaku. Begitu ya kawan-kawan? Jangan suka mancing,” katanya tersenyum.
“Justru ini hadir Ketua DPRD Jember sebagai bentuk komitmen bahwa Jember hari ini kondusif. Pemerintahan Kabupaten Jember yang terdiri atas eksekutif dan legislatif kompak dan insyaallah ini akan membuat iklim investasi semakin baik,” kata Fawait.
Di hadapan sejumlah jurnalis, Fawait menyampaikan beberapa kebijakan yang telah dan akan dilaksanakan dalam 100 hari kerja, antara lain pembuatan rancangan peraturan kepala daerah terkait dengan penurunan retribusi pasar, penerbitan surat edaran terkait dengan libur siswa dan libur guru, pengajuan nomor induk pegawai bagi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) yang lolos ujian gelombang pertama.
Selain itu, Fawai menyampaikan soal aset kendaraan dinas yang harus diamankan, pengajuan KH. Achmad Shiddiq dan Letkol Muhammad Sroedji sebagai pahlawan nasional, pembentukan tim satgas percepatan PPPK non-ASN bekerja sama dengan pansus DPRD, pelaksanaan program pasar murah, dan pencairan honor posyandu.
Terakhir, Fawait juga membuka semacam pusat aduan bernama Wadul Gus e, yang menerima semua pengaduan dari masyarakat. [wir]







4 Komentar
Semoga lekas dan lancar
Assalamualaikum. Pak Bupati. Bea siswa utk Mahasiswa .ini sdah bulan maret. Kok belum ada omon omon ttg itu ya ???
Benahi jln2 berlubang ssh bnyk mkan korban tpi mata pjbat aparatur peneeintah tdk melihat
Ini mewakili seluruh warga Jember…perbaikan jalan2 nya