Kediri (beritajatim.com) – Persik Kediri akan menghadapi PSM Makassar dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2024/2025 di Stadion Soepriadi, Blitar, Selasa (11/3/2025) malam.
Namun, tim berjuluk Macan Putih itu memutuskan untuk tidak mengambil jatah official training (OT) di stadion tersebut.
Pelatih Persik Kediri, Marcelo Rospide, mengungkapkan alasan timnya tidak melakukan OT di Stadion Soepriadi.
“Kalau kita bicara official training (OT) kenapa tidak ambil, karena OT sama dengan kalau kita lihat kondisi lapangan di sini dengan di sini, hampir sama. Setelah kita bicara sama pemain, alangkah baik kita di sini saja,” ujar Marcelo Rospide.
Selain itu, pelatih asal Brasil ini juga menyoroti dukungan suporter yang mengalami penurunan dibanding musim lalu.
“Soal suporter, kalau kita bicara suport, dua hari lalu mereka sudah datang, sudah berhadapan dengan kami, sudah berbicara dengan seluruh pemain dan seluruh staf, dan mereka berjanji untuk kembali ke stadion,” terang Marcelo Rospide.
Pelatih asal Brasil itu tidak melihat ada penurunan antusias suporter Persik Kediri dari tahun sebelumnya dengan tahun ini. Tetapi dirinya tidak mengetahui penyebabnya.
“Suporter tahun lalu luar biasa, tetapi tahun ini menurun, kita tidak tahu. Yang penting mereka sudah berjanji akan mendukung tim, itu kita tahu sangat penting, karena suporter adalah pemain ke-12, dan kehadiran suporter, pasti semangat pemain lebih baik, dan kita dengan suport akan lebih maksimal,” imbuh Marcelo Rospide.
“Dan mudah-mudahan, meskipun kita bermain di Blitar, tetapi kita berharap suporter tetap datang untuk mendukung tim karena kita sangat membutuhkan kehadiran mereka untuk motivasi kita semua,” jelasnya.
Persik Kediri Tidak Bermain di Stadion Brawijaya
Persik Kediri tidak dapat bermain di home base mereka, Stadion Brawijaya Kediri, akibat insiden pemadaman lampu yang terjadi dua kali dalam laga kandang sebelumnya.
Sebagai solusi, pertandingan melawan PSM Makassar harus digelar di Stadion Soepriadi, Blitar.
Di sisi lain, asisten pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, menilai laga ini akan menjadi pertandingan besar bagi timnya. Selain itu, ia juga menyoroti kondisi lapangan yang kurang ideal serta faktor kelelahan timnya.
“Terkait pertandingan, pastinya akan menjadi laga yang besar bagi kami PSM Makassar, kita tahu Persik punya waktu dua hari lebih lama recovery dibanding kami. Terus kondisi lapangan juga sedikit kurang ideal, mungkin pemain rentan cedera dengan kondisi lapangan seperti ini,” ujar Ahmad Amiruddin.
“Begitupun dengan rekor pertemuan dengan Persik, tiga pertemuan terakhir kita tidak pernah menang melawan Persik. Itu realita pertandingan. Tapi apapun itu insya Allah di pertandingan besok, PSM Makassar akan memberikan segalanya yang kami bisa,” tambah Ahmad Amiruddin.
Sementara itu, kiper PSM Makassar, Reza Arya, menegaskan bahwa timnya akan berusaha maksimal untuk mendapatkan hasil positif dalam laga ini.
“Saya mewakili rekan-rekan pemain, tentunya kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil positif. Karena pertandingan sebelumnya kita mendapatkan hasil kurang positif. Dan seperti pelatih bilang, kita tidak punya persiapan banyak waktu, tetapi apapun yang terjadi, pemain akan bekerja keras, dan untuk teman-teman suporter jangan lupa untuk terus berdoa dan terus mendukung tim kebanggaan kita semua,” kata Reza Arya.
Rekor Pertemuan
Pada pertemuan pertama musim ini, Persik Kediri dan PSM Makassar bermain imbang dengan skor 1-1. Laga tersebut berlangsung di Stadion Batakan, Balikpapan, pada Senin (4/11/2024). [nm/aje]






