Ponorogo (beritajatim.com) – Legenda pemilik warung di puncak Gunung Lawu, Mbok Yem sudah dirawat selama 6 hari di Rumah Sakit Umum Aisyiyah (RSUA) Ponorogo.
Mbok Yem yang masuk mengeluhkan sesak nafas itu, kini dirawat oleh 3 dokter spesialis. Yakni dokter spesialis paru, dokter spesialis dalam dan dokter spesialis jantung. Kompleknya penyakit yang diidap oleh pemilik warung tertinggi di Indonesia itu, membuat pihak rumah sakit all-out dalam menanganinya.
“Sudah ada perbaikan, sakitnya komplek, jadi dirawat 3 dokter spesialis, yakni spesialis paru, dalam dan jantung,” kata Humas RSUA Ponorogo, Muh. Arbain, Senin (10/3/2025).
Arbain panggilan akrabnya menyebutkan pihaknya akan berusaha yang terbaik untuk kesembuhan Mbok Yem. Kondisi kesehatan Mbok Yem, kata Arbain masih belum stabil, masih naik turun. Seperti tensinya pernah turun ke 90 dan naik lagi ke 110. Saat awal kedatangan di rumah sakit, yang bersangkutan hanya mengeluhkan sesak nafas. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata ada gangguan di paru dan mengalami bengkak di seluruh tubuh.
“Awal masuk UGD itu ngeluhnya sesak, setelah pemeriksaan ternyata ada gangguan di paru-paru, dan bengkak di seluruh tubuh, yang diperkirakan karenanya albumin turun,” tutup Arbain.
Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu anak dari Mbok Yem, yakni Saelan. Anak kedua Mbok Yem itu menyebut bahwa keluhannya sesak nafas dan untuk batuk susah. Menurutnya, setelah perawatan di rumah sakit, bengkak yang dialami Mbok Yem berangsur kempes.
“Ya banyak perkembangan baiknya, sehari semalam di sini (RSUA-red), tangan yang bengkak sudah kempes. Namun, kini keluhannya di kaki yang masih bengkak. Kata dokter sih sakit di paru-paru,” kata Saelan, yang mengaku waktu anak-anak sering diajak ibunya naik ke Gunung Lawu untuk mencari obat-obatan. (end/ian)






