Jakarta (beritajatim.com) – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) berencana menjadikan masjid di sepanjang jalur mudik sebagai posko alternatif bagi para pemudik Idul Fitri 1446 H. Langkah ini bertujuan untuk memberikan tempat istirahat yang nyaman serta mengurangi kepadatan di rest area dan SPBU.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan rencana tersebut dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang digelar di Kantor Kemenko PMK beberapa waktu lalu.
“Kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan masjid-masjid di jalur mudik dapat beroperasi selama 24 jam. Ini akan menjadi opsi tambahan bagi pemudik yang ingin beristirahat dengan nyaman,” ujarnya melansir situs resmi Kementerian Agama Senin (10/3/2025).
Fasilitas Masjid Disiapkan untuk Kenyamanan Pemudik
Sebagai posko alternatif, masjid akan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, seperti toilet bersih, tempat wudhu, serta jika memungkinkan, air minum dan makanan untuk berbuka puasa bagi pemudik yang masih dalam perjalanan. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan para pemudik tidak perlu berdesak-desakan di rest area yang sering kali penuh.
“Pemanfaatan masjid ini penting untuk mengurangi kepadatan di titik-titik tertentu yang sering menjadi penyebab kemacetan, terutama di SPBU dan rest area,” jelas Nasaruddin.
Pemasangan Rambu Petunjuk Arah ke Masjid
Agar pemudik dapat dengan mudah menemukan masjid yang digunakan sebagai tempat istirahat, Kemenag mengusulkan pemasangan rambu petunjuk arah di sepanjang jalur mudik. Rambu ini akan memberikan informasi jarak dan lokasi masjid terdekat sehingga pemudik tidak kesulitan mencarinya.
“Kami ingin memastikan pemudik bisa mengetahui lokasi masjid yang dapat digunakan untuk beristirahat. Jika masjid berada sedikit masuk ke dalam jalur utama, maka perlu ada tanda jarak, seperti ‘Masjid 100 meter di depan’ atau ‘Masjid 20 meter ke kiri’,” tambahnya.
Koordinasi lebih lanjut akan dilakukan dengan pihak kepolisian dan instansi terkait mengenai pemasangan rambu-rambu tersebut. [aje]






