Jakarta (beritajatim.com) – Ketegangan menyelimuti Stadion Brawijaya, Kota Kediri, jelang laga krusial antara Persik Kediri dan PSM Makassar pada Selasa (11/3/2025) malam. Bagi Persik, pertandingan ini bukan sekadar laga biasa, melainkan misi genting untuk memutus tren buruk yang telah menghantui tim berjuluk Macan Putih tersebut.
Tekanan kian membesar: kemenangan menjadi harga mati jika mereka ingin mengakhiri paceklik poin dan mengangkat moral skuad.
Persik Kediri sedang berada di ujung tanduk. Terakhir kali mereka merasakan manisnya kemenangan adalah pada 12 Januari 2025, saat menggasak Bali United dengan skor impresif 3-1 di kandang lawan.
Namun, sejak itu, langkah mereka terseok-seok. Empat kekalahan dan empat hasil imbang menjadi catatan kelam dalam delapan laga terakhir.
Puncaknya, dua kekalahan beruntun—di markas Persib Bandung dan saat menjamu Dewa United di Brawijaya—membuat alarm bahaya kian nyaring.
Posisi Persik di klasemen sementara Liga 1 pun mencerminkan krisis yang mereka hadapi. Bertengger di peringkat 12 dengan hanya 34 poin dari 26 pertandingan, Macan Putih terpuruk dengan rekor sembilan kemenangan, sepuluh kekalahan, dan tujuh imbang.
Yang lebih memprihatinkan, performa kandang mereka justru menjadi titik lemah. Dari 13 laga di Stadion Brawijaya, Persik hanya mampu menang empat kali, imbang empat kali, dan menelan lima kekalahan. Produktivitas gol mereka di rumah sendiri pun menyedihkan: sembilan gol dicetak, namun sebelas kali kebobolan.
Di sisi lain, PSM Makassar menempati peringkat tujuh dengan 33 gol dan 24 kebobolan dari 26 laga, Juku Eja mencatatkan sembilan kemenangan, 12 imbang, dan lima kekalahan.
Khusus di laga tandang, PSM dikenal sulit ditaklukkan. Dari 13 pertandingan away, mereka meraih tiga kemenangan, tiga kekalahan, dan tujuh kali imbang—bukti konsistensi yang membuat mereka jadi lawan yang tak bisa diremehkan.
Sejarah pertemuan kedua tim menambah bumbu panas pada duel ini. Menurut Soccerway, dari 19 bentrokan di berbagai ajang, Persik dan PSM sama-sama mengantongi enam kemenangan, sementara tujuh laga lainnya berakhir seri.
Di kandang Persik, Macan Putih sedikit lebih unggul dengan empat kemenangan dan tiga imbang. PSM hanya sekali berhasil mencuri poin penuh di Brawijaya, yakni pada 23 September 2021, saat mereka menang tipis 3-2 dalam laga dramatis.
Kemenangan PSM di masa lalu itu menjadi pengingat bahwa Persik tak boleh lengah. Namun, dengan dukungan suporter fanatik di Stadion Brawijaya, Persik punya peluang untuk membalikkan keadaan. Apalagi, rekor kandang mereka melawan PSM cukup menjanjikan—meski kali ini, tekanan untuk menang jauh lebih besar. [faw/aje]






