Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah pesatnya pertumbuhan bisnis makanan, kuliner, e-commerce, dan logistik di Surabaya dan wilayah Indonesia Timur, permintaan akan gudang pendingin (cold storage) melonjak tajam. PT Nusantara Agro Mandiri (NAM) hadir sebagai solusi terpercaya dengan teknologi terkini dan layanan fleksibel untuk mendukung para pelaku usaha.
“Pertumbuhan pesat bisnis makanan, kuliner, e-commerce, dan logistik telah memicu lonjakan permintaan gudang pendingin (cold storage) di Surabaya dan wilayah Indonesia Timur. Para pelaku industri memperkirakan pertumbuhan sektor ini akan terus berlanjut di kisaran 10-15 persen pada tahun ini,” ungkap Vinsen Njotosetiadi, Direktur PT NAM.
NAM menyadari pentingnya peran gudang pendingin dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama bagi UMKM. Dengan lokasi strategis di kawasan industri Gresik dan teknologi canggih, NAM menawarkan solusi penyimpanan yang aman dan berkualitas.
“Aku harap gudang pendingin kita bisa membantu UMKM, nelayan, peternak, maupun pebisnis lainnya. Kami ga main-main soal kualitas. Kami ga akan pernah mengambil jalan pintas yang dapat membahayakan produk pelanggan, seperti mematikan listrik. Kami pastikan cara penyimpanan kami pun yang terbaik, supaya produk pelanggan tetap segar dan aman dari kerusakan,” jelas Vinsen.
Gudang pendingin NAM dilengkapi dengan sistem pemantauan suhu real-time berbasis Internet of Things (IoT), sistem barcode untuk meminimalkan kesalahan pengiriman, dan sistem FEFO (First Expired First Out) untuk menjaga kualitas produk.
NAM juga menawarkan fleksibilitas waktu penyimpanan, termasuk penyimpanan harian, yang sangat membantu para pelaku UMKM. Selain itu, NAM didukung oleh layanan trucking dan pengiriman yang handal untuk memastikan pengiriman yang terintegrasi dan efisien.
Gudang pendingin NAM memiliki 20 ruangan dengan suhu hingga minus 27 derajat Celsius, serta 2 anteroom untuk meminimalkan fluktuasi suhu. Fasilitas ini mampu menjaga kualitas berbagai produk, baik lokal maupun impor, seperti kurma, mangga, jeruk, anggur, apel, bawang merah, bawang putih, dan sosis.
“Pola penyimpanan di gudang pendingin kami itu beda-beda, tergantung jenis produknya. Misal, bawang merah atau ikan, itu biasanya penyimpanan melonjak pas mau musim panen atau saat musim ikan. Tujuannya, ya, biar nggak busuk dan harga jualnya tidak jatuh. Nah, kalo es krim, pabrik biasanya stok lebih banyak dari awal buat penuhi lonjakan permintaan pas momen-momen tertentu, misal libur sekolah, Natal, atau Tahun Baru,” jelas Vinsen.
Melihat potensi pasar yang besar, NAM berencana untuk melakukan ekspansi bisnis gudang pendingin di Jakarta dan Sidoarjo pada tahun ini atau tahun depan.
“Pasar sewa gudang pendingin sangat besar dan akan terus berkembang. Kami akan segera memberikan informasi lebih detail mengenai rencana ekspansi ini,” tutup Vinsen.[rea]






