Lyonnais (beritajatim.com) – Musim ini menjadi titik terendah dalam karier kepelatihan Paulo Fonseca. Setelah hanya enam bulan melatih AC Milan pada Juni hingga Desember 2024, pelatih asal Portugal itu kini menghadapi skorsing panjang selama sembilan bulan.
Hukuman berat ini dijatuhkan oleh Komisi Disiplin LFP (badan liga sepak bola Prancis) akibat konfrontasi Fonseca dengan wasit Benoit Millot dalam laga Olympique Lyon kontra Stade Brestois di pekan ke-24 Ligue 1, pada 2 Maret 2025.
“Fonseca adalah pelatih tim profesional Ligue 1. Seharusnya dia bisa jadi contoh yang baik. Sikapnya tidak bisa diterima,” bunyi pernyataan resmi LFP yang dikutip dari AP.
Dalam insiden tersebut, Fonseca terlihat emosi ketika Millot memutuskan untuk meninjau VAR guna menentukan apakah Brestois layak mendapatkan penalti. Meski hasil tinjauan belum keluar, Fonseca sudah meluapkan amarahnya, mendekati Millot, memprotes, dan meneriakinya.
Wasit pun mengganjarnya dengan kartu merah. Ironisnya, setelah insiden itu, keputusan akhirnya justru tidak memberi penalti bagi Brestois, dan Lyon menang 2-1 di kandang sendiri, Parc Olympique Lyonnais.
Atas aksinya tersebut, Fonseca kini dilarang mendampingi timnya di pertandingan hingga 30 November 2025. Selain itu, ia juga dilarang memasuki ruang ganti sebelum dan sesudah laga hingga 15 September 2025. Antara 16 September hingga 30 November, ia diperbolehkan masuk ke ruang ganti, tetapi tetap tidak diizinkan berada di bangku cadangan saat pertandingan berlangsung.
Momen ini terasa semakin menyakitkan bagi Fonseca. Ia belum genap dua bulan melatih Lyon sejak ditunjuk pada 31 Januari 2025, dan skorsing ini juga bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-52.
“Mohon maaf atas sikap burukku tersebut. Aku menyesal. Seharusnya itu tak kulakukan,” ujar Fonseca kepada DAZN. [dio/suf]






