Pacitan (beritajatim.com) – Harga beras di Kabupaten Pacitan mengalami kenaikan saat Ramadhan 1446 H/2025 M ini. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan memastikan stok beras aman dan mencukupi hingga Idulfitri.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan, Sugeng Santoso, menegaskan persediaan beras di Gudang Bulog Unit Pacitan masih terkendali. Bahkan, stok beras tidak hanya bergantung pada cadangan Bulog, tetapi juga hasil panen lokal.
“Saat ini, stok beras di Gudang Bulog Unit Pacitan mencapai 1.500 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan selama tiga bulan. Ditambah dengan hasil panen Februari dan proyeksi panen Maret, Pacitan diperkirakan mengalami surplus beras sebesar 6.726 ton,” jelas Sugeng, Kamis (6/3/2025).
Selain dari stok Bulog, Pacitan juga mendapat pasokan dari panen lokal. Pada Februari lalu, hasil panen gabah kering panen (GKP) mencapai 22.230 kg atau setara dengan 12.042 kg beras. Sementara pada Maret, proyeksi panen mencapai 65.795 kg GKP atau setara dengan 35.641 kg beras.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Maret 2025, total ketersediaan beras di Pacitan mencapai 13.095 ton, jauh lebih tinggi dibandingkan kebutuhan konsumsi sekitar 6.369 ton.
“Dengan demikian, stok beras di Pacitan dipastikan aman dan dalam kondisi surplus,”tambahnya.
Meski harga beras mulai naik, pemerintah menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Pemkab Pacitan akan terus memantau perkembangan stok dan harga guna memastikan kestabilan pasokan pangan selama Ramadhan hingga Lebaran. [tri/beq]






