Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra memastikan efisiensi anggaran tidak akan berdampak terhadap sektor pendidikan, kesehatan maupun infrastruktur.
Hal tersebut disampaikan saat pembacaan visi misi dalam Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto.
“Sesuai kebijakan pemerintah pusat, kita pastikan di bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur tidak terdampak efisiensi anggaran. Anggaran tetap yang itu untuk pembangunan daerah,” ungkapnya di ruang rapat paripurna Graha Whicesa DPRD Kabupaten Mojokerto, Rabu (5/3/2025).
Di hadapan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan visi- misi kedepannya yakni untuk mewujudkan Kabupaten Mojokerto lebih maju, adil dan makmur. Salah satunya program yang menjadi prioritas dalam 100 hari kerja pertama adalah merealisasikan insentif bagi guru TPQ, perbaikan infrastruktur di sektor pendidikan dan jalan.
“Kita akan menghidupkan kepesertaan BPJS kesehatan, kurang lebih 27 persen akan kita aktifkan. Sehingga diharapkan akan mempermudah masyarakat mendapat akses layanan kesehatan. Dalam waktu dekat, kita juga akan segera merealisasikan insentif bagi guru TPQ, perbaikan infrastruktur di sektor pendidikan dan jalan,” katanya
Masih kata Gus Barra (sapaan akrab, red), ia bersama Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Muhammad Rizal Oktavian sudah memetakan program 100 hari di setiap masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Gus Barra mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Mojokerto yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya dan Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Oktavian.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan peran Kepala Daerah tentang pentingnya sinergitas antara Pemerintah Daerah (Pemda), Provinsi dan Pempus, untuk menyelaraskan program nasional. Salah satunya adalah program baru dari Presiden Prabowo Subianto yaitu Sekolah Rakyat (SR).
“Beliau (Menteri Sosial Saifullah Yusuf ingin segera bertemu dengan bupati, walikota, supaya Jawa Timur bisa menginisiasi lebih awal untuk program SR ini. Pemda agar segera merampungkan terkait RDTR (Rencana Detil Tata Ruang) untuk percepatan investasi di daerah, terutama di Kabupaten Mojokerto,” harapnya. [tin/ted]






