Gresik (beritajatim.com)- Raut wajah Muhammad Wahyu (50) pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Abror, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan Gresik Kota, sumringah usai mendapat dari Petrokimia Gresik (PG) di Bulan Ramadan 1446H.
Muhammad Wahyu mengaku ponpes asuhannya telah beberapa kali menerima bantuan. Rencananya, bantuan tersebut digunakan untuk operasional Ponpes Al Abror.
“Saat ini kami mempunyai 150 santri tidak hanya dari Gresik, tapi juga dari luar daerah,” ujarnya, Rabu (5/3/2025).
Hal senada juga dikatakan Ketua Takmir Musala Maslakhul Mahmudah Kelurahan Sukorame, Kecamatan Gresik, Agus Suhano. Menurutnya bantuan operasional ini sangat bermanfaat untuk menyemarakan kegiatan di Bulan Ramadan.
“Dana ini nantinya akan kami optimalkan untuk kegiatan pengajian, pengadaan fasilitas, dan kebutuhan lain selama Ramadan,” katanya.
Kedua orang tersebut, tak henti-hentinya mengapresiasi bantuan yang digelontorkan PG. Baik itu untuk operasional ponpes maupun takmir masjid dan musala.
Terkait dengan bantuan ini, Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satryo Annurogo menambahkan, ada 139 tempat ibadah maupun lembaga sosial yang mendapat di ring perusahaan.
“Total dana bantuan yang kami gelontorkan Rp 682,5 juta,” imbuhnya.
Masih menurut Dwi Satryo, semua bantuan ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, untuk membantu biaya operasional masjid, musala, pondok pesantren (ponpes), dan panti asuhan selama Bulan Ramadan.
“Kelancaran operasional Petrokimia Gresik seperti sekalarang juga tidak lepas doa dari pengasuh ponpes maupun takmir dan musala,” paparnya.
Rincian semua bantuan operasional diberikan kepada 13 masjid, dimana setiap masjid mendapatkan bantuan dana Rp7,5 juta. Hal yang sama juga diberikan kepada 76 musala. Setiap musala mendapatkan bantuan sebesar Rp5 juta.
Selain tempat ibadah, bantuan juga diberikan kepada 50 lembaga sosial. Rinciannya 22 ponpes dan 28 panti asuhan. Masing-masing lembaga sosial tersebut menerima bantuan Rp3,5 juta dan beras 50 kilogram. (dny/ted)






