Pasuruan (beritajatim.com) – Rapat paripurna serah terima jabatan Bupati Pasuruan menjadi panggung estafet kepemimpinan. Rusdi Sutejo resmi menggantikan Penjabat (Pj) Bupati Andriyanto dan Nurkholis, dengan disaksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, dalam rapat paripurna di DPRD Kabupaten Pasuruan, Selasa (5/3/2025).
Dalam pidato perdananya, Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan positif bagi Kabupaten Pasuruan. “Pilkada sudah berlalu, kompetisi berakhir, mari bergandengan tangan semangat menjemput perubahan maju, sejahtera, dan berkeadilan,” ujarnya.
Menyadari luasnya wilayah dan dinamika Kabupaten Pasuruan, Rusdi menekankan pentingnya kebersamaan. “Dengan kunci semangat kebersamaan aparat penegak hukum, DPRD, Provinsi, pusat, dunia usaha, dan elemen masyarakat, saya yakin kita akan berhasil,” katanya.
Rusdi mengakui tantangan yang dihadapi tidaklah ringan, mulai dari keterbatasan fiskal hingga bencana tak terduga. Namun, ia optimistis dapat memaksimalkan program prioritas pemerintah pusat, seperti MBG, PKG, dan renovasi sekolah. “Reformasi birokrasi perlu dilakukan. Hilirisasi industri. Satu data nasional,” tegasnya.
Rusdi menegaskan, Asta Cita Presiden akan menjadi satu-satunya visi yang harus dijalankan. Ia dan Wakil Bupati Shobih Asrori juga menuangkannya dalam 33 program prioritas. “Insya Allah tidak keluar dari Asta Cita Presiden,” katanya.
Ia menyadari perjalanan yang akan dilalui tidak mudah, namun dengan dukungan masyarakat, ia yakin dapat melaluinya. “Mari jadikan 5 tahun sebagai periode pembangunan yang bermanfaat untuk masyarakat. Pikiran dan hati tulus untuk masyarakat,” ajaknya.
Sekda Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, memberikan apresiasi atas pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pasuruan di bawah kepemimpinan Pj Bupati sebelumnya. “Pertumbuhan ekonomi 5,00 persen, lebih tinggi dari rata-rata provinsi,” ungkapnya.
Adhy menekankan pentingnya fokus pada pembukaan kesempatan kerja dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini berada di angka 72,36 persen. “Lima tahun periode berikutnya harus menghasilkan perubahan signifikan,” katanya. (ada/kun)






