Magetan (beritajatim.com) – Sosok legendaris penjaga warung tertinggi di Pulau Jawa, Mbok Yem, akhirnya turun dari Puncak Gunung Lawu pada Rabu (4/3/2025) setelah mengalami sakit sejak awal Februari lalu. Wanita yang telah puluhan tahun tinggal di puncak gunung ini sebelumnya sulit dibujuk untuk turun, tetapi akhirnya setuju setelah kondisinya semakin melemah.
Menurut Jatmiko, Ketua Relawan Paguyuban Giri Lawu (PGL), Mbok Yem sudah mengalami gangguan kesehatan selama beberapa minggu terakhir.
“Betul, sudah dari awal Februari kemarin mulai sakit, tapi Mbok Yem sendiri sulit dibujuk untuk turun. Akhirnya, kemarin mau dibujuk karena memang kondisinya tidak memungkinkan,” ungkap Jatmiko, Rabu (5/3/2025)
Proses evakuasi Mbok Yem dilakukan dengan cara ditandu menuruni jalur pendakian Gunung Lawu. Dalam video yang beredar di media sosial, tampak beberapa orang membantu menandu beliau menyusuri medan yang cukup terjal di Jalur Pendakian via Cemoro Sewu itu. Setelah perjalanan panjang, Mbok Yem akhirnya tiba di kampung halamannya di Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.
Mbok Yem, yang bernama asli Wakiyem, telah mengelola warung di Puncak Gunung Lawu sejak tahun 1980-an. Warungnya menjadi tempat persinggahan favorit para pendaki karena menyediakan makanan dan minuman hangat, termasuk nasi pecel legendarisnya.
Biasanya, Mbok Yem hanya turun gunung setahun sekali saat Lebaran untuk bertemu keluarganya. Namun, kali ini, kesehatannya yang menurun memaksanya kembali lebih awal.
Masyarakat dan para pendaki yang mengenal Mbok Yem turut mendoakan kesembuhannya. Banyak yang berharap ia segera pulih dan dapat kembali ke Gunung Lawu seperti biasa. [fiq/beq]






