Pamekasan (beritajatim.com) – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan berhasil mengumpulkan sebanyak 125 kantong darah dalam dua hari kegiatan Safari Rahmat Ramadan 1446 Hijriah, Selasa (4/3/2025) malam.
“Alhamdulillah, hingga malam kedua kegiatan Safari Rahmat Ramadan 1446 Hijriah, kita sudah kumpulkan sebanyak 125 kantong darah dalam dua hari pelaksanaan Safari Rahmat Ramadan,” kata Kepala UDD PMI Pamekasan, dr Achmad Syafirullah.
Jumlah tersebut merupakan hasil dari kegiatan donor darah yang disebar di tiga titik berbeda di Pamekasan, meliputi kegiatan donor darah di Desa Sumedangan, Pademawu, Desa Panglegur, serta di pusat donor area Arek Lancor Pamekasan.
Termasuk pada malam perdana kegiatan Safari Rahmat Ramadan yang sudah mengumpulkan sebanyak 64 kantong darah. Masing-masing sebanyak 20 kantong di Arek Lancor, 19 kantong di Masjid Al-Muhajirin Tlanakan, serta sebanyak 25 kantong di Desa Prekbun.
“Dari tiga titik kegiatan donor darah pada malam kedua Safari Rahmat Ramadan ini, meliputi sebanyak 27 kantong di Desa Sumedangan, sebanyak 16 kantong darah di Desa Panglegur, serta sebanyak 18 kantong di Arek Lancor,” ungkapnya.
Dalam dua hari pelaksanaan tersebut, UDD PMI Pamekasan, sudah mengumpulkan sebanyak 125 kantong darah.
“Jadi untuk hari pertama kita mengumpulkan sebanyak 64 kantong darah, dan malam kedua kita kumpulkan sebanyak 61 kantong. Total hingga hari kedua terkumpul sebanyak 125 kantong darah dari lima titik berbeda,” jelasnya.
“Maka dari itu, kami sangat berharap partisipasi masyarakat khususnya para pendonor agar ikut serta dalam merealisasikan komitmen bersama untuk kemanusiaan. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa mendapat dukungan dari masyarakat umum, khususnya masyarakat Pamekasan,” harapnya.
“Tidak kalah penting kami juga sangat bertatap kegiatan Safari Rahmat Ramadan 1446 Hijriah, bisa berjalan lancar, serta dapat memenuhi kebutuhan stok darah di Pamekasan. Minimal tetap bertahan atau bahkan bisa lebih baik dibanding sebelumnya,” pungkasnya.
Sementara program Safari Rahmat Ramadan Ke-7, digelar dalam rangka ‘jemput bola’ untuk memenuhi kebutuhan stok darah. Kegiatan tersebut dipisahkan di sisi timur area Arek Lancor, serta dua titik lainnya yang digelar secara maraton di pusat keramaian di Pamekasan. Seperti di masjid, balai desa, serta beberapa pusat keramaian lainnya. [pin/aje]






