Lamongan (beritajatim.com) – Seperti sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, ngabuburit di kebun petik buah di Kabupaten Lamongan ini menghadirkan pengalaman unik yang tak sekadar menunggu azan Maghrib, tetapi juga membawa pulang buah melon segar sebagai takjil.
Terletak di Desa/Kecamatan Turi, kebun melon modern berkonsep green house ini menjadi magnet bagi warga, terutama saat sore hari menjelang berbuka.
Selain menikmati udara segar di tengah hamparan tanaman hijau, pengunjung bisa langsung memetik melon pilihan mereka.
“Masyarakat ternyata begitu antusias. Sore ini saja sudah sekitar 400 kilogram melon yang dipanen,” ujar Hasan, pengelola kebun, pada Selasa (4/3/2025).
Padahal, ia awalnya hanya berencana membuka kebun untuk wisata petik buah selama tiga hari. Namun, melihat tingginya animo masyarakat, ia memperkirakan stok melon akan habis lebih cepat dari perkiraan.
Kebun ini menawarkan dua jenis melon unggulan, yaitu Golden Kinanti dan Ceria. Tak hanya manis dan menyegarkan, harga melon di sini pun cukup terjangkau. “Harganya Rp15 ribu per kilogram,” ungkap Hasan.
Selain memberikan pengalaman wisata yang menarik, Hasan berharap inisiatif ini bisa menjadi inspirasi bagi warga sekitar, terutama generasi muda, untuk mengadopsi teknologi pertanian yang lebih efisien.
“Harapannya, dengan konsep semi-teknologi seperti ini, masyarakat, terutama anak muda, bisa terinspirasi untuk meningkatkan hasil panen dengan cara yang lebih modern dan efektif,” pungkasnya.
Dengan konsep wisata edukatif dan pengalaman memetik buah langsung dari kebunnya, tak heran jika tempat ini menjadi pilihan favorit untuk menghabiskan waktu sore sebelum berbuka puasa. (fak/ted)






