Pacitan (beritajatim.com) – Kurma menjadi salah satu komoditas yang laris terjual saat Ramadhan di Kabupaten Pacitan. Hampir semua jenis kurma terserap, terlebih Sukari, Ajwa, dan Khalas yang paling banyak dicari pembeli.
“Banyak yang membeli kurma untuk teman berbuka dan sahur,” kata Suparmi, pedagang kurma di RT 3 RW 7, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan, Selasa (4/3/2025).
Suparmi, yang akrab disapa Ami itu, sudah berjualan kurma selama enam tahun terakhir. Namun tahun ini, Ia mengaku omzet hariannya menurun dibanding Ramadhan sebelumnya. “Ramadhan hari ke-4 ini saja, baru habis 8 karton Sukari dan 4 kardus Khalas,” ujarnya.
Dia bertutur, dulu dalam sehari omset mencapai Rp1 juta. Penurunan ini terjadi karena semakin banyaknya kompetitor dan persaingan dengan penjualan online yang menawarkan harga lebih murah. Meski begitu, Ia tetap melayani pelanggan baik secara offline di rumah maupun online.
Untuk harga, Ami menjual Kurma Khalas Rp40 ribu per kg, Kurma Sukari Rp70 ribu per kg, Kurma Tunisia tangkai Rp100 ribu per kg. Selain di rumah, setiap sore selama Ramadhan, Ami juga membuka lapak di jalur Pacitan-Solo.
Kurma sendiri menjadi pilihan utama masyarakat saat berbuka puasa karena rasanya yang manis dan manfaat kesehatannya. Buah ini kaya akan potasium dan antioksidan, yang dapat membantu mencegah penyakit kronis seperti gangguan jantung, peradangan, kanker, diabetes, dan Alzheimer. Selain itu, kurma juga membantu memulihkan tenaga, melancarkan pencernaan, serta menjaga kekebalan tubuh. [end/beq]







1 Komentar
Penjual yg pelayanannya nomor wahid