Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait memimpin apel perdana aparatur sipil negara Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, di Jalan Sudarman, Senin (3/3/2025).
Apel tersebut dihadiri sejumlah pejabat, namun tidak dihadiri Wakil Bupati Djoko Susanto. Dalam apel tersebut, Fawait menegaskan kembali komitmennya untuk membangun Jember bersama-sama.
“Membangun Jember tidak bisa oleh super man tapi super team. Bupati dibantu semua perangkat, wakil bupati, sekretaris daerah, dan seluruh jajaran harus bersama-sama,” kata Fawai, usai apel..
Fawait menegaskan pemilihan kepala daerah telah usai. “Jangan lagi ada istilah 02 dan 01 lagi. Pesan paling penting adalah kebersamaan dan kekompakan,” katanya.
Fawait berencana akan mengunjungi Pasar Tanjung sore ini sebelum menginjakkan kaki di Pendapa Wahyawibawagraha yang akan menjadi rumahnya hingga lima tahun ke depan.
“Sesuai dengan janji kami, saya tidak mau masuk ke pendapa sebelum saya menginjakkan kaki di simbol ekonomi wong cilik kerakyatan: pasar tradisional,” kata Fawait.
Alumnus Universitas Airlangga Surabaya akan menandatangani surat keputusan yang mengembalikan nominal retribusi pasar, sebagaimana sebelum adanya Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 mengenai pajak daerah dan retribusi daerah yang disahkan bersama oleh legislatif dan eksekutif.
“Retribusi pasar harus dikembalikan seperti semula. Kalau kemarin naik 100-200 persen, sore nanti saya tandatangani untuk turun 100-200 persen,” kata Fawait.
Sebelumnya Fawait juga sudah menandatangani dua kebijakan, yakni SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Tahap Pertama dan surat edaran soal libur guru. [wir]






