Ponorogo (beritajatim.com) – Yayasan STAPA Center bersama PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui program keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia” dan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) kembali menunjukkan komitmennya, dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kali ini, upaya tersebut diwujudkan melalui distribusi 80 unit mesin pemanen padi (paddy reaper) kepada 80 kelompok tani di Kabupaten Ponorogo.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Panen Raya dan Dukungan Mekanisasi Panen Bagi Petani di Ponorogo yang digelar di Desa Bedi Wetan, Kecamatan Bungkal. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi panen, sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Pada Jumat (28/2) lalu, sebanyak 120 unit mesin pemanen padi juga telah diserahkan kepada 120 kelompok tani di Kabupaten Wonogiri. Secara keseluruhan, inisiatif ini ditargetkan memberikan manfaat kepada sekitar 2.000 petani dengan luas lahan garapan mencapai 1.000 hektare di Indonesia.
Direktur Yayasan STAPA Center, Agus Rohmatulloh, optimistis bahwa program ini akan memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan petani. Menurutnya, distribusi dan pelatihan penggunaan mesin pemanen padi akan membantu meningkatkan efisiensi kerja serta hasil panen petani.
“Kami sangat berterima kasih kepada Sampoerna dan GSN atas dukungan mereka dalam program ini. Dengan adanya mesin pemanen padi ini, para petani dapat bekerja lebih efektif dan produktif, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Agus.
Mesin pemanen padi ini juga telah melalui uji kelayakan dari Tim Laboratorium Daya dan Mesin Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Kepala Laboratorium, Darmanto menyebutkan bahwa mesin tersebut unggul secara ergonomis dan ekonomis dibandingkan metode panen manual maupun alat lain yang ada di pasaran.
Kepala Urusan Eksternal Sampoerna, Arief Triastika menekankan pentingnya penerapan teknologi tepat guna dalam sektor pertanian. Menurutnya, program ini merupakan bagian dari komitmen Sampoerna dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui peningkatan efisiensi dan profitabilitas pertanian.
“Melalui program keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia, kami ingin membantu petani memanfaatkan teknologi modern agar mampu bersaing dan mendapatkan hasil optimal dari panen mereka. Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” kata Arief.
Senada dengan Arief, Direktur Eksekutif GSN, Sutrisno, berharap bantuan ini dapat menjadi model kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Bantuan ini tidak hanya memberikan alat, tetapi juga pelatihan dan pendampingan. Kami berharap langkah ini bisa menjadi contoh bagi pihak lain dalam mendukung sektor pertanian dan ekonomi pedesaan,” jelas Sutrisno.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Kabupaten Ponorogo, Supriyanto, turut mengapresiasi program ini. Menurutnya, kehadiran mesin pemanen padi akan memberikan kemudahan bagi petani dalam proses panen dan diharapkan diikuti dengan pendampingan lebih lanjut.
“Kami berterima kasih kepada Yayasan STAPA Center, Sampoerna, dan GSN atas bantuan ini. Semoga pendampingan terus diberikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para petani di Ponorogo,” tutup Supriyanto.[end/aje]






