Madrid (beritajatim.com) – Kemenangan superior 3-1 atas Manchester City pada second leg playoff knockout Liga Champions (20/2) ternyata berbuntut panjang bagi Real Madrid. Sebab, mereka dihukum UEFA dengan denda EUR 30 ribu (Rp 51,6 miliar) dan pengosongan sebagian tribun Estadio Santiago Bernabeu, Madrid.
Sanksi tersebut diputuskan oleh Komisi Banding UEFA atas aksi diskriminasi yang dilakukan suporter Real ketika melawan City. Tidak dijelaskan secara pasti bentuk intimidasi yang dilakukan. Tetapi, sangat mungkin teror psikologis terhadap Kevin De Bruyne dkk seperti boo atau bisa hinaan personal.
Padahal, diyakini aksi dari pendukung Real itu untuk membalas perlakuan suporter City pada first leg sepekan sebelumnya. Kala itu, mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Stop Your Crying Heart Out” yang juga jadi judul salah satu band Oasis. Di samping tulisan itu terdapat foto gelandang City Rodri sedang mencium Ballon d’Or. Tentu saja itu ditujukan kepada wide attacker Real Vinicius Junior yang memang bersaing ketat dengan Rodri di Ballon d’Or tahun lalu.
Untuk hukuman pengosongan sebagian tribun, itu baru percobaan selama dua musim. Jika aksi serupa terjadi lagi dalam masa percobaan, maka hukuman akan langsung diterapkan. Hukuman tersebut hanya berlaku ketika Real main di ajang Eropa. “Setidaknya akan ada 500 kursi bersebelahan yang dikosongkan (di Estadio Santiago Bernabeu, Red)” bunyi pernyataan resmi UEFA.
Tetapi, tampaknya Real bisa langsung menerima hukuman mereka dalam waktu dekat. Bagaimana tidak. Real akan meladeni rival sekota Atletico Madrid pada first leg 16 besar Liga Champions (5/3). Pendukung Real tentunya bakal meneror tim asuhan Diego Simeone itu lebih intens daripada melawan City. (dio/kun)






