Bojonegoro (beritajatim.com) – Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro telah memutuskan awal puasa Ramadhan 1446 Hijriah jatuh pada 1 Maret 2025. Sehingga, malam ini akan dilakukan sholat tarawih pertama.
Bagi sebagian masyarakat di Kabupaten Bojonegoro akan menjalani salat tarawih dalam situasi banjir. Pasalnya, sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro saat ini kondisinya masih tergenang banjir luapan sungai Bengawan Solo.
Banjir masih terjadi di Kecamatan Baureno. Data terakhir banjir di Kecamatan Baureno masih terjadi di Desa Kadungrejo, Lebaksari, Kalisari, Tanggungan, dan Desa Trojalu.
Banjir juga berdampak pada akses jalan, permukiman, area pertanian dan fasilitas umum seperti sekolah, polindes, dan masjid. Saat ini, diketahui tinggi muka air (TMA) sungai Bengawan Solo di papan ukur wilayah kota masih berstatus waspada atau siaga kuning banjir.
“Banjir masih menggenangi sejumlah wilayah di Kecamatan Baureno,” ujar Camat Baureno Dery Aprilian, Jumat (28/2/2025).
Sementara, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro Solikin Jamik mengatakan, berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid pimpinan pusat Muhammadiyah, ibadah Ramadan akan dimulai pada 1 Maret 2025, sehingga tarawih pertama akan dilakukan pada 28 Februari 2025.
“Pada 28 Februari 2025, ketinggian hilal sudah di atas ufuk. Maka kami tidak ada keraguan berdasarkan ijtihad kami. Kami menghormati metode penentuan awal bulan bagi sodara kami dari NU dan Pemerintah,” ujarnya.
PDM Bojonegoro juga telah mengintruksikan seluruh warga Muhammadiyah Bojonegoro, pengurus masjid, musala, serta amal usaha milik Muhammadiyah harus menjalankan instruksi ini dan menjaga keakraban dan kerukunan sesuai muslim.
“Semua pengurus masjid dan musala sudah siap untuk melaksanakan sholat tarawih,” pungkasnya. [lus/beq]






