Malang (beritajatim.com) – MA KHA Wahid Hasyim Bangil mengadakan pelatihan jurnalistik tahunan di BeSS Resort and Waterpark, Lawang, dengan tema “Membangun Karakteristik Jurnalis Muda dan Teknik Reportase”. Acara ini menghadirkan Muhammad Afnani Alifian, jurnalis dari beritajatim.com, sebagai pemateri utama yang membagikan wawasan seputar dunia pers kepada para siswa.
Dalam sesi pelatihan, Muhammad Afnani Alifian menegaskan pentingnya kebiasaan membaca sebelum menulis. Menurutnya, seorang jurnalis yang baik harus memiliki wawasan luas agar dapat menyusun berita dengan lebih tajam dan berbobot.
“Salah satu kelemahan jurnalis pemula adalah kurangnya bahan referensi dalam tulisan mereka. Membaca secara rutin, terutama berita dari berbagai sumber kredibel, dapat membantu memperkaya sudut pandang dan memperbaiki kualitas tulisan,” ujar saat pelatihan pada Rabu (26/2/2025).
Ia juga menyarankan agar sekolah menyediakan lebih banyak bahan bacaan seperti koran dan majalah bagi para siswa. Dengan begitu, mereka dapat belajar dari contoh nyata bagaimana berita ditulis dan dikemas untuk menarik perhatian pembaca.
MA KHA Wahid Hasyim Bangil memiliki ekskul jurnalistik unggulan bernama Misi Crew, yang sudah lama aktif dalam produksi majalah sekolah serta konten berita digital. Ahmad Zainuri, S.Ps.I, selaku Pembina dan Direktur Ekstra Jurnalistik, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya regenerasi anggota Misi Crew, yang seleksinya cukup ketat.
“Setiap tahun, peminat ekskul ini selalu banyak, tetapi kami harus melakukan seleksi ketat agar anggota yang terpilih benar-benar memiliki komitmen dan kemampuan yang mumpuni. Meskipun jumlahnya tidak banyak, mereka adalah siswa-siswa pilihan yang mampu menghasilkan karya jurnalistik berkualitas,” tutur Zainuri.
Ia juga menambahkan bahwa regenerasi anggota dalam ekskul jurnalistik sering menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang agar siswa dapat memahami teori jurnalistik sekaligus langsung menerapkannya dalam praktik menulis berita, editing, hingga pembuatan konten digital.
Kholidatul Bahiyah, S.Pd, guru Bahasa Indonesia yang juga turut berperan dalam pelatihan ini, menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah mencetak jurnalis muda yang tidak hanya mampu menulis, tetapi juga bisa berpikir kritis dan inovatif dalam menghadapi dinamika jurnalistik di era Gen Z.
“Kami ingin membekali anggota Misi Crew dengan keterampilan yang tidak hanya terbatas pada penulisan berita cetak, tetapi juga bagaimana mengelola media digital, membuat reportase video, hingga memahami etika jurnalistik dalam dunia maya,” jelasnya.
Menurutnya, dunia jurnalistik saat ini telah berkembang jauh dibandingkan beberapa tahun lalu. Tidak hanya media cetak, jurnalis muda juga harus memahami bagaimana menyampaikan informasi melalui platform digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat membekali siswa dengan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Dengan adanya pelatihan ini, para siswa MA KHA Wahid Hasyim Bangil mendapatkan pengalaman berharga dalam dunia jurnalistik. Mereka belajar menulis berita yang menarik dan faktual, membangun kebiasaan membaca yang kuat, memahami teknik wawancara, dan mengelola konten media sosial sebagai bagian dari strategi penyebaran informasi. (ian/but)






