Gresik (beritajatim.com) – Perusahaan smelter single terbesar di dunia. PT Freeport Indonesia (PTFI) menanam 50 ribu mangrove di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, dan sekitar operasional PTFI. Penanaman ribuan mangrove ini turut serta melestarikan ekosistem pesisir sekaligus mendukung percepatan rehabilitasi mangrove.
“Ada 50 ribu bibit mangrove ditanam mulai September 2024 hingga Februari 2025. Sebagai upaya kami dalam mendukung rehabilitasi dan restorasi ekosistem mangrove di Indonesia,” ujar Vice President Business Process Smelting & Refining Smelter PTFI Aripin Buman, Kamis (27/2/2025).
Dalam penanaman itu, PTFI menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik dan Wahana Edukasi Harapan Alam Semesta (Wehasta).
Sebelumnya, PTFI mulai melakukan penanaman sejak September 2024 di Desa Tajungwidoro sebanyak 15 ribu bibit. Kemudian dilanjutkan di Dwsa Banyuwangi 10 ribu bibit, Desa Bedanten sebanyak 10 ribu bibit, Desa Manyar Sidomukti 3 ribu bibit, dan Desa Karangrejo 12 ribu bibit.
Sebagai penutupannya, perusahaan smelter ini total menanam 50 ribu mangrove, dan ditambah 2 ribu mangrove di Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar, Gresik.
Selain melakukan penanaman, PTFI juga menggandeng 122 siswa sekolah dasar serta 100 karyawan melalui program Employee Volunteer. “Mangrove adalah garis pertahanan pertama ekosistem pesisir dan sungai. Ini karena tanaman bisa melindungi daratan dari abrasi serta gelombang laut. Tidak hanya itu, keberadaan mangrove habitat penting bagi kehidupan flora dan fauna,” urai Aripin.
Sementara itu, Zaini salah satu warga Desa Tajungwidoro menuturkan, adanya ribuan mangrove ini berdampak besar bagi masyarakat desa sekitar. “Selama ini program dari PTFI untuk penanaman sangat menguntungkan bagi warga kami. Salah satu yang diuntungkan adalah bisa mencegah abrasi yang lebih panjang. Kedua, bisa mempekerjakan mereka yang belum bekerja, sehingga ada penambahan income yang masuk,” pungkasnya. [dny/kun]






