Blitar (beritajatim.com) – Hunian Sementara (Huntara) yang berada di Desa Balerejo Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar yang dulu diresmikan oleh Khofifah Indar Parawansa kini kosong. Hanya tersisa lima huntara yang saat ini masih dihuni.
Huntara di Desa Balerejo Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar sebenarnya jumlahnya mencapai 47 rumah. Namun kini sebanyak 42 unit kondisinya kosong usai warga memilih untuk balik ke rumahnya masing-masing.
“Kini yang masih menempati disana ada 5 kepala keluarga, air hingga listrik semua sudah masuk ke sana,” ungkap Suprans, Kepala Desa Balerejo Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar, Kamis (27/2/2025).
Sejatinya hunian sementara ini dibangun untuk warga terdampak korban tanah bergerak. Kala itu menurut data BPBD Kabupaten Blitar ada sebanyak 47 kepala keluarga terdampak bencana tanah bergerak.
Dengan kondisi tersebut akhirnya Pemerintah Kabupaten Blitar bersama Provinsi Jawa Timur lantas membangun 47 huntara untuk warga terdampak. Nilai setiap rumah yang dibangun pun mencapai Rp50 juta.
Huntara ini pun diresmikan langsung oleh Khofifah Indar Parawansa yang kala itu menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur. Sejumlah warga terdampak pun langsung menempati Huntara tersebut.
“Kalau sekarang hanya tinggal 5 kepala keluarga yang menempati karena sudah pada balik ke rumahnya masing-masing,” tegasnya.
Puluhan masyarakat yang sempat menempati huntara ini memilih balik karena kondisi rumah mereka sudah diperbaiki. Sehingga daripada tinggal di hunian sementara warga memilih untuk pulang ke rumah asal.
“Lima ini yang rumahnya rusak parah sehingga masih tetap menempati Huntara,” tegasnya.
Meski kosong pihak desa sendiri tetap menyiagakan Huntara tersebut. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi jika bencana tanah bergerak kembali melanda desa tersebut. [owi/beq]






