Turin (beritajatim.com) – Sebagai juara bertahan, Juventus diyakini minimal bisa jadi finalis Coppa Italia musim ini. Tetapi, alih-alih finalis, langkah mereka bahkan telah terhenti di perempat final.
Tim asuhan Thiago Motta itu disingkirkan Empoli FC dengan skor 2-4 via adu penalti dini hari tadi. Babak tos-tosan terjadi lantaran dalam 90 menit skor sama kuat 1-1. Bahkan, meski berstatus tuan rumah, Juve tertinggal lebih dulu oleh Youssef Maleh pada menit ke-24. Juve baru bisa menyamakan kedudukan via Khepren Thuram pada menit ke-66.
Di adu penalti, striker Dusan Vlahovic sebagai eksekutor pertama malah gagal. Kenan Yildiz sebagai eksekutor pemungkas juga gagal. Juve hanya sukses melalui sepakan Randal Kolo Muani dan Manuel Locatelli. Sedangkan empat eksekutor Empoli sukses menjalankan tugasnya.
“Ini (kalah dari Empoli, Red) memalukan. Anda masih diampuni ketika salah mengoper atau menendang. Tetapi, kalah secara mental (apalagi main kandang, Red) tidak bisa diterima,” papar Motta dilansir Tuttosport.
Kegagalan di Coppa Italia membuat Juve telah gagal di tiga ajang. Selain perempat final Coppa Italia, mereka juga tersingkir di playoff knockout Liga Champions dan semifinal Supercoppa Italiana.
Bagaimana dengan Serie A? Memang, Bianconeri hanya defisit 8 poin dari Inter Milan yang jadi capolista (49 poin berbanding 57 poin). Tetapi, dengan stabilitas performa Nerazzurri, cukup sulit bagi Juve bisa mengejar meski masih ada 12 giornata.
Momok nirgelar memang akrab dengan Juve. Dalam empat musim terakhir, hanya musim lalu mereka sanggup meraih trofi. Itu pun hanya Coppa Italia. (dio/ted)






