Magetan (beritajatim.com) – Lanud Iswahjudi kembali menggelar Latihan Kesiagaan 2025 dengan simulasi crash team sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Dalam skenario latihan ini, sebuah pesawat tempur mengalami gangguan pada mesin sehingga tidak dapat melakukan pendaratan sesuai prosedur. Dengan ketinggian dan kecepatan yang terlalu rendah, pesawat akhirnya jatuh dan terbakar. Pilot berhasil melakukan eject sebelum insiden terjadi.
Tim Base Rescue segera dikerahkan untuk memadamkan api, sementara tim SAR dari Yonko 463 Kopasgat bergerak cepat mengevakuasi pilot dari lokasi kejadian. Tim medis dari RSAU dr. Efram Harsana turut serta memberikan pertolongan pertama guna memastikan kondisi pilot tetap stabil.
Sebagai bagian dari respons cepat, pesawat EC-120 B Colibri dari Skadron Udara 7 juga diterjunkan untuk melakukan evakuasi udara.
Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI Firman Dwi Cahyono, M.A., mengapresiasi kelancaran latihan ini. “Dengan adanya latihan kesiagaan ini, diharapkan personel Lanud Iswahjudi dapat terus meningkatkan kemampuan dan kecepatan respons dalam situasi darurat,” terang Marsma Firman.
Latihan ini berlangsung aman dan lancar, menegaskan komitmen Lanud Iswahjudi dalam menjaga kesiapan operasional menghadapi berbagai kemungkinan skenario darurat di masa mendatang. [fiq/kun]







