Novi Puspitasari, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, punya gelar baru: Doktor Syariah. Pujian itu meluncur dari promotor program doktoralnya, karena ketekunanannya meneliti ekonomi syariah sejak 2010.
Minat Novi terhadap ekonomi syariah diwujudkan dalam penyusunan disertasi pada 2010, pada saat masih sedikit pengajar yang menekuninya. “Promotor saya selalu bilang wah ini doktor syariah ini. Sejak itu saya sudah mendapat brand Doktor Syariah,” kata perempuan berjilbab ini, sebagaimana dilansir Humas Unej, Selasa (25/2/2025).
Semula sebagaimana dosen lainnya, Novi menggeluti bidang manajemen keuangan konvensional selama berburu gelar S1 dan S2. Ilmu manajemen syariah membangkitkan minatnya saat mengejar gelar doktor.
Alasan Novi menggeluti ilmu manajemen syariah sederhana. “Sekali belajar dapat dua menfaat, manfaat dunia dan bekal di kehidupan akhirat,” katanya.
Novi yakin saat mempelajari dan menekuni ilmu akhirat, keberkahan dunia akan diperoleh juga. Benar saja. Keilmuannya di bidang manajemen keuangan syariah membawanya ke jenjang guru besar bidang tersebut.
Novi mencoba konsisten dengan menerapkan ilmu yang dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari. Tak mudah. Saat dia sudah berfokus dengan pengembangan bidang manajemen keuangan Islam, sang suami masih bekerja di perusahaan keuangan konvensional. “Kan jadi tidak sejalan ya,” katanya.
Novi menyebut tugas terbesarnya saat itu adalah menyadarkan sang suami agar tidak lagi menggeluti keuangan konvensional. “Butuh waktu lumayan lama, sampai akhirnya suami rela melepaskan jabatan pekerjaannya dan berpindah profesi menjadi wirausahawan muslim,” katanya.
Tidak sia-sia. “Alhamdulillah semua sudah terjalani dan Allah ternyata mempersiapkan tambahan rezeki untuk keluarga kami,” kata Novi. [wir]






