Kediri (beritajatim.com) – Hariadi, seorang peternak Burung Kenari Merah Lokal (Merlok) yang berlokasi di Lingkungan Kleco, Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, membuktikan bahwa hobi bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.
“Bermula dari hobi untuk budidaya Burung Kenari Merlok. Kini jadi sumber penghasilan,” ujar Hariadi, pada Senin (24/2/2025).
Dari budidaya kenari merlok, Hariadi bisa meraup cuan antara Rp3 hingga Rp4 juta setiap bulan. “Selama ini penjualan lancar karena banyak yang mencari kenari merlok. Tidak ada kendala dalam menjual kenari-kenarinya. Karena permintaan tinggi,” jelasnya.
Keunikan dan Daya Tarik Kenari Merlok
Menurut Hariadi, keunikan utama kenari merlok terletak pada warna bulunya yang cerah dan indah. “Warna yang pekat dan menyala pada burung kenari ini menjadi daya tarik tersendiri yang sulit ditolak oleh pembeli,” ungkapnya.
Perawatan Khusus untuk Kenari Merlok
Dari segi perawatan, kenari merlok tidak jauh berbeda dengan jenis kenari lainnya. Namun, ada perlakuan khusus untuk meningkatkan keindahan warnanya.
“Perawatan utama terletak pada pemberian sawi hijau secara rutin. Ini penting untuk memperkuat warna merah pada kenari merlok,” jelas Hariadi.
Selain itu, proses penjemuran selama 15 hingga 20 menit sangat diperlukan saat burung memasuki masa mutasi warna. “Ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas warna burung,” tambahnya.
Pasar yang Luas dan Strategi Penjualan
Pembeli burung kenari merlok budidaya Hariadi tidak hanya berasal dari Kota Kediri, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Sidoarjo, Malang, dan Surabaya. Mayoritas pembeli melakukan transaksi secara online, dan pengiriman dilakukan melalui kereta.
Hal ini menunjukkan bahwa budidaya kenari merlok Hariadi telah menjangkau pasar yang cukup luas.
Harga Kenari Merlok Hasil Budidaya
Harga burung kenari merlok hasil budidaya Hariadi bervariasi tergantung usia dan kualitasnya. Untuk burung berusia 3 bulan, harganya berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp400 ribu. Sementara itu, burung dewasa dijual dengan harga Rp900 ribu hingga Rp1 juta per ekor.
“Kualitas menjadi penentu utama dalam menentukan harga jual,” tegas Hariadi.
Inspirasi dari Hobi yang Menghasilkan
Dengan keberhasilannya ini, Hariadi menjadi contoh inspiratif bahwa hobi dapat menjadi ladang penghasilan yang menjanjikan jika dikelola dengan tekun dan cermat.
Ia berharap usahanya terus berkembang dan mampu memenuhi tingginya permintaan pasar terhadap kenari merlok yang ia budidayakan.
Budidaya kenari merlok Hariadi menjadi bukti bahwa keuletan dan ketekunan dalam menjalani hobi dapat berbuah manis.
Ia membuktikan bahwa dengan manajemen yang baik, hobi tidak hanya sekadar kesenangan, tetapi juga sumber penghasilan yang menguntungkan. [nm/ted]






