Surabaya (beritajatim.com) – Jumat, 21 Februari 2025, menjadi hari yang istimewa dengan berbagai peringatan menarik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Meskipun bukan hari libur resmi di Indonesia, tak ada salahnya untuk menambah wawasan dengan mengetahui perayaan apa saja yang jatuh pada tanggal ini. Penasaran? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
1. Hari Peduli Sampah Nasional
Di Indonesia, Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik demi mencegah pencemaran lingkungan. Peringatan ini berawal dari tragedi longsornya TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005.
Pada hari itu, hujan deras yang mengguyur semalaman menyebabkan gunungan sampah setinggi 60 meter dengan panjang 200 meter di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah longsor. Ledakan gas metana yang berasal dari tumpukan sampah turut memicu longsoran yang menghancurkan dua permukiman di sekitarnya, yaitu Kampung Cilimus dan Kampung Pojok Timur. Akibatnya, 157 orang meninggal dunia tertimbun sampah.
Peristiwa tragis ini menjadi titik balik dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Pemerintah pun menetapkan 21 Februari sebagai Hari Peduli Sampah Nasional untuk mengingatkan masyarakat bahwa sistem pengelolaan sampah yang buruk dapat menimbulkan bencana. Sejak itu, berbagai program dicanangkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, seperti kampanye daur ulang dan pengurangan penggunaan plastik.
2. Hari Bahasa Ibu Internasional
Tak hanya di Indonesia, 21 Februari juga diperingati sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional. Peringatan ini pertama kali ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 1999, namun sebenarnya telah dirayakan sejak pertengahan 1950-an di Bangladesh.
Hari Bahasa Ibu Internasional bertujuan untuk menghormati keberagaman budaya dan melestarikan bahasa-bahasa yang terancam punah. Peringatan ini berakar dari perjuangan mahasiswa Bangladesh yang gugur dalam mempertahankan bahasa mereka, sehingga menjadi simbol penting bagi perlindungan bahasa di seluruh dunia.
Kini, peringatan ini diadakan di berbagai negara dengan menggelar festival budaya, diskusi, serta kegiatan seni yang menyoroti pentingnya bahasa ibu sebagai identitas dan alat komunikasi pertama yang dipelajari seseorang sejak lahir.
3. World Care Day
Selain dua peringatan di atas, 21 Februari juga diperingati sebagai World Care Day. Hari ini ditujukan untuk memberikan dukungan dan meningkatkan kesadaran terhadap anak-anak yang tidak dapat dirawat oleh keluarga mereka karena berbagai alasan.
Peringatan ini pertama kali diinisiasi oleh Create Foundation di Australia sebelum akhirnya menyebar ke berbagai negara. Setiap tahunnya, penyelenggara World Care Day menetapkan tema khusus untuk meningkatkan perhatian terhadap isu-isu yang dihadapi anak-anak yang berada dalam sistem pengasuhan atau tidak memiliki keluarga yang merawat mereka.
Tanggal 21 Februari menjadi momen refleksi bagi masyarakat dunia untuk lebih peduli terhadap lingkungan, melestarikan bahasa, serta memperhatikan kesejahteraan anak-anak yang kurang beruntung. (mnd/ian)






