Bergamo (beritajatim.com) – Keberhasilan Club Brugge dan Feyenoord melaju ke 16 besar Liga Champions memberikan kejutan tersendiri bagi skenario kompetisi. Jika AC Milan berhasil lolos, mereka akan menghadapi Inter Milan atau Arsenal dalam duel panas.
Sementara itu, Club Brugge kini menunggu antara Lille OSC dan Aston Villa sebagai lawan mereka. Dengan demikian, sudah ada satu kuda hitam di perempat final dari pot 16 besar yang ditempati oleh Club Brugge. Sejauh ini, prestasi terbaik Club Brugge di Liga Champions adalah mencapai babak 16 besar, termasuk musim ini dan dua musim lalu.
Keberhasilan Feyenoord juga menjadi ancaman bagi Inter Milan dan Arsenal. Pasalnya, 16 besar merupakan pencapaian tertinggi mereka dalam sejarah kompetisi ini. Motivasi tinggi dari Club Brugge dan Feyenoord dapat menjadi faktor kejutan dalam perjalanan mereka di Liga Champions.
Potensi kejutan juga datang dari SL Benfica. Klub asal Portugal ini berhasil menyingkirkan AS Monaco dengan agregat 4-3 dan akan menghadapi antara FC Barcelona dan Liverpool FC di babak 16 besar.
“Kami mengalami rentetan cobaan musim ini. Mulai badai cedera, hasil buruk di Eredivisie (1 kemenangan dari 6 laga terakhir, Red), hingga pergantian pelatih. Keberhasilan ini jadi titik balik kami,” ujar pelatih interim Feyenoord Pascal Bosschaart, dilansir beIN Sports.
Dari empat tim yang lolos ke 16 besar dini hari tadi, hanya Bayern Munchen yang berpotensi melakoni big match. Mereka akan menghadapi antara Bayer Leverkusen dan Atletico Madrid dalam laga berat di fase knockout.
Undian babak 16 besar akan dilaksanakan di Nyon, Swiss, pada Jumat sore (21/2/2025). Undian ini tidak hanya menentukan lawan di 16 besar, tetapi juga jalur menuju perempat final dan semifinal. [dio/beq]






