Liverpool (beritajatim.com) – Liverpool FC gagal unggul 9 poin dari Arsenal di Premier League. Penyebabnya, mereka hanya sanggup bermain seri 2-2 kontra rival satu kota, Everton, pada matchweek ke-15 yang tertunda dini hari tadi.
Kerugian LFC pada derbi Merseyside terakhir di Goodison Park, Liverpool, itu bertambah seiring dengan kartu merah yang didapat. Tidak tanggung-tanggung. LFC mendapat tiga kartu merah sekaligus.
Momen kartu merah dari wasit Michael Oliver bermuara sesaat setelah laga berakhir. Ada keributan antara gelandang LFC Curtis Jones dan gelandang Everton Abdoulaye Doucoure. Dua personel Everton Ashley Young dan Carlos Alcaraz berusaha melerai mereka. Tetapi, baku hantam tak terelakkan sehingga menimbulkan kerumunan.
Nah, wasit Oliver menghadiahi Jones dan Doucoure kartu merah. Ternyata, ada dua kartu merah tambahan dan itu diberikan kepada LFC. Yakni untuk tactician Arne Slot dan asistennya Sipke Hulshoff. Mereka dianggap Oliver mengeluarkan kalimat yang menyinggung. Asisten lainnya, John Heitinga, yang akan memimpin tim dalam dua matchweek selanjutnya melawan Wolverhampton Wanderers (16/2) dan Aston Villa (20/2).
“Wasit (Oliver, Red) gagal mengendalikan situasi di pertandingan (yang akhirnya merugikan LFC, Red). Jelas ada insiden sesaat sebelum gol penyama kedudukan terjadi dan seharusnya itu pelanggaran. Tetapi, tidak ada bunyi peluit,” papar kapten LFC Virgil van Dijk dilansir TNT Sports.
Yang dimaksud bek timnas Belanda itu adalah dorongan pemain Everton Beto kepada bek LFC Ibrahima Konate. Beberapa detik kemudian, bek Everton James Tarkowski mencetak gol penyama keadaan 2-2 pada menit ke-90+8. Gol lainnya dicetak Beto di menit kesebelas. Sedangkan dua gol LFC dilesakkan Alexis Mac Allister (16′) dan Mohamed Salah (73′).
Derbi Merseyside edisi ke-245 ini adalah yang terakhir digelar di Goodison Park, Liverpool. Sebab, per musim depan Everton akan pindah ke Everton Stadium yang berjarak sekitar 3,2 km dari Goodison Park. [dio/beq]






