Blitar (beritajatim.com) – Bermainnya Arema FC di Stadion Soepriadi Kota Blitar ternyata dikeluhkan para juru parkir. Para juru parkir tersebut sambat atau mengeluh merugi lantaran lahan mereka digunakan untuk menaruh perlengkapan pertandingan seperti genset dan kendaraan official.
Para juru parkir itu pun harus kehilangan pendapatan selama 3 hari. Padahal pada hari normal mereka bisa mengantongi pendapatan kotor Rp100-150 ribu. Namun saat pertandingan Arema fc berlangsung mereka terpaksa tutup dan tidak mendapatkan pendapatan.
“Selama ada pertandingan ini saya tidak ada kompensasi sama sekali selama 3 hari ya tidak apa-apa,” kata Adi, juru parkir di sekitar Stadion Soepriadi Blitar, Senin (3/2/2025).
Meski para juru parkir ini disuruh tutup selama pertandingan Arema berlangsung, namun mereka tidak mendapatkan kompensasi apapun. Padahal para juru parkir ini juga tetap membutuhkan pendapatan untuk menghidupi keluarganya sehari-hari.
“Sehari padahal kami mendapatkan penghasilan 100-150 ribu per hari, tapi sekarang kalau tutup tidak ada kompensasi,” tegasnya.
Arema sendiri telah berkandang di Stadion Soepriadi Blitar selama setengah musim lebih. Selama itu pula para juru parkir ini, juga merelakan lahannya ditutup dan dialih fungsikan untuk keperluan pertandingan Arema.
“Kalau bisa ada kompensasi karena kita juga butuh makan,” tegasnya.
Selama pertandingan Arema, sisi barat Stadion Soepriadi Blitar memang ditutup dan tidak diperbolehkan digunakan untuk tempat parkir. Sehingga para juru parkir ini harus kehilangan mata pencaharian selama Arema bertanding. [owi/beq]







33 Komentar
kecuali lahan parkir milik sendiri halaman stadion itu fasilitas umum jadi kalau ada aturan dirumah jangan mengeluh
Jawaban GOBLOK..!!!
Kan lahannya pemkot blitar jadi benar sdh ditutup kalau bisa nutupnya lebih lama. selama ini tukang parkir se enaknya sendiri mengganggu aktifitas jalanan umum dan masyarakat sekitar…
B E T U L
Sehari 100rb…lahan parkir punya pemkot…mta kompensasi aduh piye iki
Rugi matane picek a? Ora lahan e og rugi cok
Parkir kalo cuma minta² duit doang tanpa nglakuin apa² itu apa bedanya dg pengemis??
Rugi ndi karo seng wes bayar parkir berlangganan tapi tiap parkir sek di tarek
Kok maleh ngunu la kui lahane sopo?
Kan itu lahan milik pemerintah. Kenapa situ yg mengeluh. Kecuali lahan parkir milik sendiri gitu mengeluh tidak apa2. Harusnya kalau sudah tahu ada pertandingan jauh2 hari dipersiapkan jangan malah mengharap kompensasi
Oalah di paidi..
SDM rendah, lahan pemerintah di buat ladang cuan buat pribadi
Cerdas
Lha lucu klo emang minta kompensasi ya minta aja sama pihak pengelola stadion karena Arema pke Stadion jg sewa pastinya bayar
Oi winanto, redaksimu gak mutuu
Oalah di paidi…
Oalah di paidi…
Potensi Pajak parkirnya masuk gak itu ke PAD, lumayan kan buat subsidi BBM pejabatnya
Lahan parkir milik pemkot kok minta kompensasi
Kecuali itu lahan parkir milik pribadi….
Fasilitas umum
Kan bukan punya anda wahai para juru parkir
Pihak arema sdh sewa stadion. Kompensasi mestinya pengelola std yg beri
oalah sarip…sarip…kok becik temen
Arep mesakne tapi kok lucu..
1.parkire neng tanah pemkot, duduk pribadi,, pas dingge kok sambat njaluk kompensasi…? Bolo,,kita ki sesama wong nebeng ki mbok podo2 ngerteni…
2.lah,,lha awakmu ora parkir neng kono lak yo maleh ganti bukak parkiran penonton…? Asilmu luweh akeh senajan mung sak sore…
Seng gawe berita mendo pol,,
Seng diwawancara dobol
Saya pernah ke Masjid Ar Rahman, parkir di stadion, parkere mahal, gak ada karcis parkir, ini parkir apa ……?
Padahal itu milik pemerintah
o tukang parkir dlogok. sehari 100-150 kotor iku luwih akeh timbangane wong kerjo pabrik weh. wes ga melok duwe lahan tp iso narik ndek kunu, sek ngeluh ae bukan e bersyukur.
Sing ngelokne tukang parkir.. aku yakin dudu warga blitar.. yen di delok bahasane kuwi jelas dudu wong blitar..
O..alah….
Di…adi…. utegmu koq mèndho eram
Memang lahan parkir gonmu opo…
Ngomong mbok dipikir dsik….
Jaluk konpensasi….cangkem mu Di…adi…..
Tolong perhatikan wong cilik, keluhan juru parkir wajar, dikit2 bagi hasil laah, kasihann banget
Yang rugi banyak orang karena akses jalan di tutup total. Banyak yg harus putar balik cari alternatif jalan yg lain. Dinas perhubungan dan polisi serta panitia sama sekali tidak memberikan win-win solution bagi pengguna jalan yang lain
Opo ae keeeer…..
Peehh jaan cengok og..
Peehh jann cengok tenan og
Apa mungkin parkirnya sudah kerjasama sama Pemkot dikontrak pertahun bagi hasil untuk pendapatan asli daerah dari parkir atau parkir liar….. monggo di cek…