Kediri (beritajatim.com) – Drama “Tersesat” menjadi puncak dalam Pagelaran Pembukaan Pameran Sketsa Ali Sadikin di Rumah Budaya Waroeng Setono Goerih (WSG), Kediri. Drama ini menghadirkan pesan moral yang mendalam melalui gerakan dan cerita yang menggambarkan kehidupan manusia.
Teater berdurasi 20 menit ini ditampilkan apik oleh Sanggar Teater Merah Putih. Tiga aktor berbakat, yaitu Najwa A’isynada Prabowo, Alsyabililla Hartono, dan Syafiyah Hime Amani PP, membawakan kisah tentang perjalanan batin seorang anak yang kehilangan arah usai menjadi korban bencana alam.
Najwa A’isynada Prabowo, yang akrab disapa Wawa, menjelaskan pesan yang terkandung dalam drama tersebut.
“Drama ini adalah refleksi dari persimpangan hidup yang sering kita hadapi. Saya berharap penonton dapat merasakan emosi yang kami tuangkan di atas panggung,” tuturnya.
Pembina Sanggar Teater Merah Putih, Nono MJ, turut memberikan pandangannya.
“Kami ingin memberikan pesan moral melalui drama ini. ‘Tersesat’ menggambarkan perjuangan dan harapan seorang anak dalam mencari keluarganya,” jelas dia.
Pagelaran Seni yang Penuh Makna
Pagelaran Pameran Sketsa Ali Sadikin berlangsung di WSG, Jalan Untung Suropati 29, Kota Kediri. Acara ini memukau penonton dengan beragam pertunjukan seni. Selain memamerkan sekitar 35 karya sketsa Ali Sadikin yang penuh makna, acara ini diawali dengan musikalisasi dan pembacaan puisi oleh anak-anak Smast.
Ali Sadikin secara langsung membuka acara ini melalui sambutannya, disusul dengan penampilan Tari Kreasi Baru dari SMP Daha 2 serta puisi berjudul “Jejak Tersisa” yang dibawakan oleh Karina. Puncak acara ditandai dengan penampilan drama “Tersesat” yang menyentuh hati penonton.
Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh seni dan budayawan, termasuk Kepala Dinas Arsip Kota Kediri, Eko Lukmono, yang mengungkapkan apresiasinya.
“Acara seperti ini menjadi ruang penting untuk melestarikan seni dan budaya di Kota Kediri. Ali Sadikin telah memberikan inspirasi melalui karya-karyanya, dan saya berharap generasi muda dapat terinspirasi untuk terus mencintai seni,” paparnya.
Pemilik Rumah Budaya Kediri, Rindu Ricat, berharap agar semakin banyak seniman seperti Ali Sadikin yang terus menghidupkan seni dan budaya di Kediri.
Acara diakhiri dengan kunjungan ke ruang pamer sketsa lukisan Ali Sadikin, yang memberikan pengalaman reflektif bagi para tamu. [nm/ted]






