Bondowoso (beritajatim.com) – Hingga akhir Januari 2025, 7 ekor sapi di Kabupaten Bondowoso dilaporkan mati akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Selain itu, terdapat 246 ekor sapi yang terjangkit PMK, dengan 75 ekor sembuh dan 157 ekor masih dalam kondisi sakit.
Sebagai langkah penanggulangan, Pemkab Bondowoso menerima bantuan 3.525 dosis vaksin dari pemerintah pusat untuk mengendalikan wabah PMK di wilayah tersebut.
“(Bantuan vaksin) ini yang pertama dari pemerintah pusat. Sebanyak 3.525 dosis vaksin,” ujar drh Cendy Herdiawan, Kabid Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso, Senin (20/1/2025).
Pemkab Bondowoso berencana menggelar vaksinasi serentak di sejumlah desa endemik PMK, termasuk di Desa Jurangsapi, Kecamatan Tapen, yang akan menerima 50 dosis vaksin PMK.
Menurut drh Cendy, vaksinasi akan difokuskan pada sapi-sapi yang sehat dan belum pernah menerima vaksin sebelumnya.
“Jika ternak tidak layak divaksin, maka akan ditunda hingga kondisinya sehat. Kami perhatikan suhu tubuh, kondisi feses, dan kesehatan lainnya sebelum melakukan vaksinasi,” jelasnya.
Vaksinasi ini mencakup pemberian vaksin pertama, kedua, hingga booster ke-4, 5, dan 6 untuk meningkatkan kekebalan ternak terhadap PMK.
Meski jumlah kasus PMK tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun 2022, drh Cendy meminta masyarakat tetap waspada. Pengawasan ketat diperlukan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
“Saat ini jumlah sapi yang sakit masih cukup tinggi. Langkah vaksinasi dan pengawasan harus terus dilakukan untuk menekan angka kematian ternak,” tambahnya. [awi/beq]






