Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya harus menelan pil pahit setelah dikalahkan Malut United dengan skor 0-2 dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (17/1/2025). Hasil ini membuat pelatih Paul Munster meminta maaf kepada seluruh Bonek dan Bonita yang telah memberikan dukungan penuh kepada tim Bajul Ijo.
Munster menilai anak asuhnya sebenarnya telah bermain dengan cukup baik dan menjalankan instruksi yang diberikan. Bahkan, peluang emas sempat didapatkan sejak menit kedua melalui tendangan penalti Bruno Moreira. Sayangnya, tendangan tersebut hanya membentur tiang gawang dan gagal menjadi gol.
“Kami main bagus. Setelah dua menit kami dapat penalti. Jadi kami terus mencari gol. Babak kedua seharusnya kami bisa mencetak gol, tapi kami membuat dua mistake dan dua gol. Jadi saya pikir, inilah sepak bola,” ujar Munster usai pertandingan.
Lebih lanjut, ia menyoroti kesalahan yang dilakukan timnya, terutama dalam mengantisipasi serangan lawan dan memanfaatkan peluang yang ada. Ia pun menegaskan pentingnya mentalitas bertanding bagi para pemain.
Di sisi lain, pemain Persebaya asal Bali, Kadek Raditya, juga mengungkapkan permintaan maafnya kepada suporter. Ia berjanji akan melakukan evaluasi agar tim bisa bangkit di pertandingan berikutnya. “Saya minta maaf. Kami tetap bersama dan kami akan bangkit,” ujar Kadek.
Diketahui, dua gol yang membawa Malut United meraih kemenangan tercipta di babak kedua. Gol pertama lahir di menit ke-73 lewat aksi Junior Brandao yang sukses membobol gawang Andhika Ramadhani.
Sementara itu, di menit ke-82, Adri Idrus melakukan kesalahan fatal dengan mencetak gol bunuh diri, yang semakin memperberat langkah Persebaya untuk mengejar ketertinggalan.
Dengan hasil ini, Persebaya harus segera berbenah dan mencari solusi atas permasalahan mereka jika ingin kembali ke jalur kemenangan. Dukungan penuh dari Bonek dan Bonita tentu diharapkan bisa menjadi motivasi tambahan bagi tim untuk bangkit di pertandingan selanjutnya. [way/suf]






