Blitar (beritajatim.com) – Deretan kios tutup dan kosong menjadi pemandangan yang biasa saat melewati Jalan Merdeka Kota Blitar. Kios pedagang yang dulunya selalu diserbu oleh pembeli itu kini kondisinya banyak yang kosong dan tak berpenghuni.
Bahkan beberapa diantaranya kini telah dijual atau disewakan. Namun mirisnya kios-kios tersebut belum juga laku, meski pada bagian depan kios sudah diberikan tanda berupa tulisan dijual atau disewakan. Dari pandangan mata ada lebih dari 15 ruko atau kios di jalan Merdeka yang dijual atau disewakan.
Tentu kondisi ini cukup miris. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Blitar menilai tutupnya kios di jalan Merdeka itu sebagai imbas dari merebaknya online shop di era sekarang ini.
“Menurunnya daya beli masyarakat juga jadi penyebab banyaknya toko pedagang yang tutup,” ucap Kepala Disperindag Kota Blitar, Hakim Sisworo, Senin (13/01/2025).
Sebenarnya deretan kios Jalan Merdeka Blitar sempat berjaya. Lokasi ini pun sempat menjadi pusat perdagangan dan selalu menjadi jujukan warga yang ingin berbelanja berbagai kebutuhan.
Namun semua berubah saat online shop marak bermunculan. Satu persatu kios pedagang pun kini mulai tutup akibat gulung tikar imbas kalah saing dengan online shop yang menawarkan kemudahan dan kemurahan dalam berbelanja.
“Banyak yang beralih online jadi kalau jualannya nggak ikutan tren banyak yang tidak laku,” bebernya.
Online shop sendiri memang menjadi ancaman sekaligus peluang buat para pedagang. Kemudahan yang ditawarkan oleh online shop tentu membuat para pembeli enggan berkunjung ke kios pedagang konvensional.
Belum miringnya harga di online shop juga semakin membuat para pembeli enggan untuk berbelanja di toko atau kios. Hal itu lah yang membuat para pedagang konvensional mulai tergerus hingga hilang.
“Jadi pedagang harus mengikuti tren agar bisa bertahan karena saat ini memang tren belanja masyarakat itu sudah bergeser,” tegasnya.
Para pedagang konvensional sendiri memang dituntut untuk bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hal itu harus mereka lakukan agar dagangan mereka tetap laku. [owi/aje]






