Blitar (beritajatim.com) – Rini Syarifah tidak menghadiri acara penetapan Bupati Blitar terpilih yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar pada Kamis (9/1/2025). Padahal Rini Syarifah menyandang status sebagai Bupati Blitar aktif.
Banyak yang menduga ketidakhadiran perempuan yang akrab disapa Mak Rini itu berkaitan dengan kekalahannya di Pemilihan Bupati Blitar 2024. Mak Rini nampaknya masih berat hati sekaligus kecewa usai dirinya ditumbangkan oleh Rijanto.
Jika ditarik ke belakang, sejak KPU Kabupaten Blitar mengumumkan hasil Pilkada, Mak Rini dan Rijanto nampaknya belum pernah bertemu kembali. Ucapan selamat atas kemenangan Rijanto-Beky dari Mak Rini pun belum pernah muncul ke publik. Hubungan keduanya pun seolah memanas.
Ketidakharmonisan antara Mak Rini dan Rijanto ini semakin terasa saat hari penetapan Bupati Blitar terpilih kemarin. Mak Rini dan partai pengusungnya tidak ada yang hadir, PKB sebagai motor dari Mak Rini hanya mengutus salah satu stafnya untuk menghadiri acara penetapan.
“Lepas dari pernah ketemu atau tidak saya kurang tahu ya (antara Mak Rini dan Rijanto) secara pribadi saya kurang tahu, tetapi yang jelas selama ini kan ada jembatan-jembatan yang menghubungkan dan sebagainya,” ucap Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Blitar, Supriadi, Sabtu (11/1/2025).
DPC PDIP Kabupaten Blitar sendiri tidak mempermasalahkan kondisi yang terjadi saat ini. Dalam kontestasi tentu kekecewaan atas kekalahan yang terjadi menjadi hal lumrah.
Namun demikian DPC PDIP Kabupaten Blitar menegaskan bahwa hubungan Rijanto dengan Mak Rini baik baik saja. Jika tidak terjalin secara langsung maka hubungan keduanya bisa lewat penghubung.
“Saya rasa baik-baik saja hubungannya,” tegasnya
Ketidakharmonisan antara Rijanto dengan Mak Rini ini sebenarnya menimbulkan kekhawatiran. Pasal tidak bisa dipungkiri bahwa Rijanto bakal meneruskan sejumlah program yang telah dicanangkan oleh Mak Rini sebagai Bupati Blitar aktif.
Dengan kondisi yang terus memanas apakah mungkin transisi pemerintahan ini akan berjalan mulus. Tentu jika kondisi terus memanas maka akan menjadi tantangan tersendiri buat Rijanto selaku Bupati Blitar yang baru.
“Kalau itu nanti tim transisi dengan pemerintah sekarang baik Sekda dan sebagainya saya kira di situ nanti akan ada diskusi yang membawa baik semuanya terutama program-program visi-misi baik itu dari Mak Rini sebagai bupati aktif dan pak Rijanto sebagai bupati terpilih usai pelantikan nanti,” pungkas pria yang juga menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Blitar tersebut. [owi/beq]







10 Komentar
kalah ora trimo. kon ngising ae kui rini wkwkwkwk
Partai moncong putih kalau menang dia bilang pemilu jurdil, kalau kalau dia bilang dicurangi. Dasar partai munafik.
Team sakit hati ya….hahaha kapok kalah
Kalau anda benar dicurangi,emang anda apakah akan diam .
pak rijanto menang bukan karena partai nya..tapi pure kecintaan mayarakat kab Blitar pada beliau….klo rini kalah..ya panteslah..selama 3,5 tahun jadi bupati blas gak ada efek positif buat pembangunan kab Blitar…memang rini blum pantas jadi bupati,,ngurusi jalan aja gak becus….mosok sik jaluk menang ????
Yo dadio bupati ben iso ngrsakne mung 3,5tahun.
Urung benah benah birokrasi lama.
Mung maido kuwi penak.
Ngrungokne crito ojo sepihak.
Ngluyurmu sing adoh mas e.
Yang bikin panas itu team transisinya, melibatkan staf staf yg tidak berkompeten.
Faktane yen kalah ya kudu sportif. Kudune mbok ngoco to rini saropah
SUARA RAKYAT BLITAR ADALAH USUT KASUS SEWA RUMAH DINAS, TP2ID !!. KASUS KORUPSI JAMAN MAK RINI, KOK CUMA YG KROCO KROCO DI BUMD SJA
Ber pilihan kalah kok jarang ngantor jik ngrasakne njarem po piye Si Saropah