Jember (beritajatim.com) – Persid berhasil menjuarai kompetisi sepak bola Liga 4 Grup C Zona Jawa Timur. Klub berjuluk Macan Raung itu mengalahkan PSIL Kabupaten Lumajang 2-0 (1-0) di kandang sendiri, Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Kamis (9/1/2025).
Dua gol Persid dicetak David Septian Ahmad Fahrezi pada menit 37 dan Mohammad Alfi Syahr Afadilah Fathir pada menit 79. Dengan kemenangan ini, Persid menduduki peringkat pertama Grup C dengan mengemas tujub angka, dari dua kemenangan dan satu hasil imbang, dengan agregat gol 7-1.
Fakta unik: dua gol itu dicetak pemain yang berasal dari Lumajang. “Aku takut mereka diusir dari Lumajang. Kenapa anak-anak Jember tidak bisa mencetak gol? Ada yang kena gawang, kena kiper. Ini salah satu keajaiban.” kata Achmad Jainuri, asisten pelatih Persid, berseloroh.
Terlepas dari dua gol tersebut, Jainuri memang sudah membaca taktik PSIL yang tak pernah mengantongi kemenangan dalam dua pertandingan sebelumnya. “PSIL tidak punya wing back seperti kami. Penguasaan bola mereka tidak dominan dan tidak terlalu cakap menahan bola. Bola mengalir saja,” katanya.
Berhasil mengantisipasi serangan PSIL, pemain Persid justru lemah di penyelesaian akhir. “Memanfaatkan peluang bagus memang perlu ketenangan,” kata Jainuri.
Namun Mochamad Bayu Pahlevi, asisten pelatih PSIL, memuji gol Mohammad Alfi Syahr Afadilah Fathir. “Gol bagus, kamu kecolongan.” katanya.
Masih ada waktu bagi jajaran pelatih untuk memperbaiki performa Persid sebelum babak selanjutnya. Hasil ini tak hanya membuat mental terdongkrak, namun juga membuat Persid berpeluang menjadi tuan rumah kembali.
“Ini membuat kami enak melangkah ke depan. Karena kami juara grup, lebih mudah mengajukan diri menjadi tuan rumah pada putaran berikutnya. Apalagi lapangan di Jember yang terbaik di kawasan timur Jawa Timur,” kata Jainuri.
Sementara itu, Mochamad Bayu Pahlevi, asisten pelatih PSIL, menyebut para pemainnya sudah berusaha maksimal. “Kami memang tidak ada peluang lagi. Tapi dengan segala upaya kami berusaha menghadang laju tuan rumah,” katanya. Namun semangat Persid untuk memenangi pertandingan dinilai Pahlevi lebih kuat.
PSIL menempati posisi juru kunci dari empat klub yang berada di Grup C. Sebelum kalah dari Persid, mereka dikalahkan Persipro 1954 0-1 dan Persekap Kota Pasuruan 1-2. Rata-rata gol yang masuk ke gawang PSIL, menurut Pahlevi, akibat tidak sempurnanya sapu bersih bola yang dilakukan pemain bertahan.
“Kami akan evaluasi semua, mulai dari pelatih hingga pemain, sehingga ada perbaikan di PSIL tahun depan,” kata Pahlevi.
Terlepas dari kekalahan yang dialami PSIL, Pahlevi bersyukur dua gol Persid menunjukkan kontribusi positif pemain asal Lumajang. “Kami bersyukur adik-adik kami dari Lumajang mendapat jam terbang. Saya kira teman-teman suporter juga bisa memaknai bahwa Jember dan Lumajang bersaudara,” katanya. [wir]






