Jember (beritajatim.com) – Klub sepak bola Kabupaten Jember, Persid, gagal dalam turnamen U17 Piala Suratin. Setelah lolos dalam putaran pertama babak penyisihan di Kota Probolinggo, anak-anak asuhan Sabeq Fahmi Fachrezy ini gagal dalam putaran kedua Zona Jawa Timur, di Stadion Chandra Bhirawa, Kabupaten Kediri.
Dalam pertandingan pertama melawan Madiun Putra, Rabu (15/11/2023), Persid ditahan imbang 0-0. Pemain Persid sebenarnya mendominasi serangan. “Cuma anak-anak menyia-nyiakan peluang. Penyelesaian akhirnya kurang baik,” kata Sabeq, Selasa (21/11/2023).
Menurut Sabeq, persaingan grup lebih berat dan ketat pada putaran pertama. “Madiun masih di bawah kami. Hanya faktor anak-anak yang menyia-nyiakan peluang. Seharusnya jadi gol. tapi gagal,” sesalnya.
Persid berhasil menang 1-0 atas tuan rumah Persedikab Kabupaten Kediri pada pertandingan berikutnya, Kamis (16/11/2023). Namun penyerang Persid, Febri, sempat tidak sadarkan diri setelah berbenturan dengan pemain belakang Persedikab. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit dan harus dipulangkan ke Jember.
Pertandingan terakhir melawan Persegres Putra Gresik, Persid hanya butuh hasil seri. “Persegres ini kalah 1-6 dari Persedikab dalam pertandingan sebelumnya. Jadi mereka sebenarnya masih di bawah kami,” kata Sabeq.
Namun hasil pertandingan sepak bola tidak ditentukan di atas kertas. “Anak-anak ceroboh. Asyik menyerang, tidak berfokus pada pertahanan. Akhirnya ada bola tembakan spekulasi dari lapangan tengah dari Persegres. Shootingnya asal-asalan tapi mengarah ke gawang,” kata Sabeq.
Satu gol itu sudah cukup untuk mengakhiri nasib Persid di turnamen Piala Suratin U17. Kendati mengepung Gresik separuh lapangan, gol tak juga tercipta, Kehilangan Febri di lini depan sangat terasa. “Penyelesaian akhir jadi pekerjaan rumah dan pelajaran berharga bagi tim, dan terutama saya,” kata Sabeq.
Akhirnya Persedikab dan Madiun lolos ke babak selanjutnya. Persedikab berhasil mengalahkan Madiun Putra 3-1 dan Persegres 6-1. Sementara itu Persegres menang 3-1 atas Madiun. Dengan demikian Persedikab dan Persegres lolos ke babak selanjutnya dengan masing-masing mengemas nilai 6.
Sabeq berharap kelak mendapat waktu persiapan yang cukup. “Saya harao kalau ada event selanjutnya, persiapan kami lebih matang,” katanya.
Mayoritas pemain Persid U17 adalah kelahiran 2007, sehingga masih memungkinkan untuk kembali tampil dalam Piala Suratin tahun depan. Sabeq berharap mereka memiliki jam terbang dan pengalaman lebih baik pada tahun berikutnya. “Mereka punya potensi, hanya butuh polesan sedikit dalam pemahaman permainan dan taktik. Kalau sekarang hanya bermodal spirit, tapi tidak memahami dan menjalankan taktik pelatih ya percuma,” katanya. [wir]






