Bojonegoro (beritajatim.com) – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengeluarkan tarif untuk pemasangan sambungan listrik baru bagi pelanggan mandiri. Tarif pemasangan itu dihitung sesuai besaran daya dengan tarif sekitar Rp969 per volt ampere (VA)/Watt.
Manajer PT PLN (Persero) Unit Pelaksana (UP) 3 Bojonegoro, I Made Agus Dwi Putra mengatakan, pemasangan listrik baru bagi pelanggan mandiri dihitung per VA yakni sekitar Rp969. Untuk pemasangan baru dengan daya 900 VA/Watt senilai sekitar Rp846 ribu.
“Sepanjang 2024 angka pemasangan listrik prabayar baru di wilayah kerja, Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan ada 36 ribu pelanggan baru,” ujarnya, Selasa (7/1/2025).
Sementara untuk pemasangan listrik baru ini, lanjut pria asal Bali itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi calon pelanggan. Selain perihal administrasi dan pembayaran, diantaranya harus menyediakan instalasi listrik yang memadai, dan mendapat sertifikat laik operasi (SLO).
“Karena batas kewenangan PLN dengan pelanggan ini di KWH meter. Jadi pelanggan sebelum memasang listrik baru harus sudah punya jaringan instalasi terlebih dahulu yang sudah dinyatakan SLO (sertifikat laik operasi),” terangnya.
Seiring pelanggan baru yang semakin banyak, pria yang menjabat di PLN Bojonegoro sekitar satu tahun lalu ini menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Berkenaan dengan sistem digitalisasi pembayaran non tunai, hendaknya masyarakat membayar tagihan listrik dengan menggunakan nomor register.
“PLN itu sudah digitalisasi atau pembayaran non tunai. Kami mengimbau masyarakat tidak ada lagi membayar tunai ke petugas. Juga demi menjaga transparansi good governance dari PLN,” pungkasnya. [lus/but]







1 Komentar
Kami ingin mendapat saluran listrik yang ber subsidi untuk toko tempat usaha kami bagaemana cara dan saratnya?