Surabaya (beritajatim.com) – Prakiraan cuaca ekstrim yang diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mulai awal tahun ini hingga 10 Januari 2025 mendatang, mendapat respon cepat dari PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya.
Dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, Taufiq Hermawan menyebutkan cuaca ekstrem di Kota Surabaya dan beberapa daerah lainnya di Jatim memungkinkan terjadinya bencana hidrometeorologi yang terjadi adalah potensi angin kencang, hujan lebat disertai kilat dan petir, potensi puting beliung hingga hujan es.
Tentunya ancaman alam ini akan menghambat perjalanan kereta api di Daop 8 Surabaya. Ini juga yang membuat manajemen Daop 8 pun mengambil berbagai langkah proaktif untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem dengan melakukan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda.
“Mereka setiap hari memberikan informasi terkait update cuaca di 10 Kabupaten-Kota wilayah Daop 8 Surabaya yang dilalui oleh jalur kereta api dari batas utara Stasiun Tobo Bojonegoro hingga batas selatan Stasiun Wlingi Kabupaten Blitar,” kata Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif, Minggu (5/1/2025).
Adapun informasi yang disampaikan BMKG, lanjutnya, terkait prakiraan dan anomali cuaca hingga potensi bencana di sepanjang jalur KA di wilayah Daop 8 Surabaya.
“Mereka memberi informasi lengkap selama 24 jam pada hari sebelumnya,” katanya.
Selain upaya itu, pihaknya juga mengerahkan 40 personel ekstra yang terdiri dari 37 petugas pemeriksa jalur ekstra dan tiga petugas penjaga pintu perlintasan ekstra di daerah rawan atau daerah perhatian khusus.
“Kami menugaskan petugas penjaga daerah pantauan khusus, DAPSUS, di 12 titik DAPSUS wilayah Daop 8 Surabaya selama 24 jam. Mereka menjaga DAPSUS tersebut yang tersebar di seluruh wilayah,” ujarnya.
Kemudian, kata Luqman, upaya yang ketiga ialah menyiapkan alat material untuk siaga (amus) yang terdiri dari material-material seperti kayu, batu dan besi.
“Semua material itu kami tempatkan di atas dua gerbong datar, karena jika sewaktu-waktu dibutuhkan mobilisasinya jadi cepat, karena tinggal ditarik oleh lokomotif,” tuturnya.

Menurut Luqman, segala upaya yang telah dilakukan Daop 8 Surabaya, hasilnya zero accident hingga hari terakhir masa angkutan Nataru 2024/2025, pada Minggu 5 Januari.
“Alhamdulillah semua lancar. Meskipun saat curah hujan tinggi. Semua perjalanan kereta api lancar dan operasi ketepatan OTP atau on trend performance juga sesuai,” ucap Luqman.
Luqman menjelaskan, untuk ketepatan waktu keberangkatan kereta api saat periode Nataru 2024/2025, pada periode 19 hingga 30 Desember 2024 mencapai 99,8 persen, sementara untuk kedatangan sebesar 93,5 persen.
“Hal itu menunjukkan, meskipun ada ancaman cuaca ekstrem, kereta api tetap beroperasi sesuai dengan jadwal,” jelasnya.
Sementara, berdasarkan data sementara pihaknya pada masa angkutan Nataru 2024/2025, mulai 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025 pukul 10.00 WIB, tercatat sebanyak 387.049 pelanggan berangkat dari stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya.
“Selain itu untuk data pelanggan yang turun sebanyak 364.131 orang,” kata Luqman.
Pihaknya mengimbau bagi masyarakat yang hendak menggunakan moda transportasi kereta api untuk mengakhiri libur Nataru 2024/2025, agar segera melakukan pemesanan tiket sehingga dapat memilih jadwal perjalanan KA yang diinginkan.[rea]






