Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 19 ekor sapi di Pamekasan, disembelih paksa akibat sakit yang diduga terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Wabah tersebut mulai meresahkan para peternak maupun pemilik sapi, khususnya di Pamekasan.
“Berdasar laporan dari DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) Pamekasan, ada temuan 19 ekor sapi disembelih paksa karena sakit, diduga akibat PMK yang mulai menjangkit ternak,” kata Legislator Pamekasan, Tabri S Munir, Sabtu (4/1/2025).
Peristiwa tersebut terjadi di beberapa kecamatan di Pamekasan, serta mulai membuat masyarakat khususnya para peternak maupun pemilik sapi panik. “Situasi harus segera disikapi, sehingga dapat segera diantisipasi sedini mungkin,” ungkapnya.
“Setidaknya ada empat langkah penting yang harus dilakukan DKPP sebagai upaya pencegahan, mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan, penyemprotan disinfektan, pemberian vitamin dan pengobatan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya para pemilik sapi maupun pelaku usaha,” imbuhnya.
Bahkan politisi muda Partai Demokrat Pamekasan, juga sangat berharap adanya langkah konkrit dari Pemkab Pamekasan, dalam hal ini DKPP Pamekasan, agar segera melakukan tindakan nyata untuk mengantisipasi penyebaran.
“Kami berharap kasus PMK ini bisa diatasi dan tidak menyebar, sehingga masyarakat khususnya di Pamekasan, bisa terlayani dan bisa kembali beternak seperti sedia kala,” pungkasnya. [pin/beq]






